Presiden di Arab Saudi: Indonesia Juga Korban Terorisme - RILIS.ID
Presiden di Arab Saudi: Indonesia Juga Korban Terorisme

Senin | 22/05/2017 08.52 WIB
Presiden di Arab Saudi: Indonesia Juga Korban Terorisme
Preside Jokowi di Riyadh ,, Arab Saudi. FOTO: presidenri.go.id

RILIS.ID, Riyadh— Persatuan umat adalah kunci membangun kemitraan. Hal itu penting untuk membangun kerukunan antarumat Islam lebih dahulu.

Pernyataan tersebut dikemukakan Presiden RI Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi yang mempertemukan pemimpin yang mewakili negara-negara Arab dan Islam dari seluruh dunia dengan Presiden AS Donald Trump di King Abdul Aziz International Convention Center (KAAICC) Riyadh, Arab Saudi, Minggu (21/5/2017).

Presiden juga mengungkapkan bahwa Indonesia juga merupakan korban dari tindakan terorisme, seperti serangan bom di Bali pada tahun 2002 dan 2005. Baru-baru ini, juga ada sebuah serangan bom terjadi di Jakarta sekitar Januari 2016.

"Dalam memerangi terorisme dan ekstremisme, tidak bisa dengan senjata dan kekuatan militer saja," ujarya.

Menurut dia, pemikiran yang sesat hanya bisa disembuhkan dengan cara berpikir yang benar. Indonesia meyakini pentingnya untuk menyeimbangkan pendekatan hard power dengan pendekatan soft power.

"Selain pendekatan hard power, Indonesia juga mengutamakan pendekatan soft power melalui pendekatan agama dan budaya," katanya.

Presiden juga menyakini Indonesia memiliki salah satu program deradikalisasi terbaik di dunia.

Jokowi mengungkapkan bahwa dalam program tersebut, otoritas Indonesia telah melibatkan keluarga, termasuk keluarga mantan narapidana dan teroris yang bertobat.

"Kami juga melibatkan organisasi kemasyarakatan, termasuk dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, untuk terus mempromosikan Islam yang damai dan toleran," ujarnya.

Dalam memberantas ekstrimisme dan terorisme itu, Presiden juga mengajak kerja sama antarnegara, di antaranya tukar informasi intelijen, pertukaran informasi teroris asing, pengembangan kapasitas intensifikasi kontranaratif yang menekankan toleransi dan kedamaian melalui penggunaan teknologi informasi, menghentikan semua sumber pendanaan teroris.


Tags
#presiden
#jokowi
#riyadh
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID