PPMN III 2017 Jadi Momentum Hadapi Era Persaingan Bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN dan AFTA - RILIS.ID
PPMN III 2017 Jadi Momentum Hadapi Era Persaingan Bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN dan AFTA
Ahmad Fathoni
Selasa | 16/05/2017 11.55 WIB
PPMN III 2017 Jadi Momentum Hadapi Era Persaingan Bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN dan AFTA
Penyambutan selamat datang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Bumi Perkemahan Selawang Segantang Koba, Kabupaten Ba

RILIS.ID, Bangka Tengah— Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, mengharapkan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) III 2017 menjadi momentum menghadapi era persaingan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN dan AFTA dengan tantangan persaingan human capital yang semakin nyata.

Menurutnya, kita tidak boleh lagi bangga dengan kekayaan alam yang kita miliki. Kekayaan alam yang melimpah tanpa didukung kualitas SDM yang unggul dan berintegritas bisa berpotensi menyengsarakan dan menghinakan kita. Maka itu, gerakan pramuka melalui kegiatan PPMN III ini, Kementerian Agama berkomitmen membangun generasi muda menjadi warga negara yang unggul dan bertanggung jawab.

“Melalui nilai-nilai Dasa Darma, pramuka mengajarkan keterampilan, kedisiplinan, kemandirian, solidaritas, integritas, dan tanggung jawab. Nilai-nilai idealisme gerakan pramuka  tersebut sesungguhnya modal penting dan prasyarat bagi bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, unggul, dan berdaya saing,” kata Lukman saat membuka acara PPMN III 2017 di Bumi Perkemahan Pramuka Selawang Segantang Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (16/5/17).

Menteri Agama juga mengajak semua pihak untuk menjadikan nilai-nilai kepramukaan sebagai panduan berbangsa dan bernegara. Dalam penghayatan Dasa Darma, ia menyampaikan 10 pandangan hidup yang sangat fundamental yang merupakan intisari pokok dari Dasa Darma itu sendiri, yaitu: Keimanan, Kemanusiaan, Nasionalisme, Demokrasi, Solidaritas, Keterampilan, Kebersahajaan, Kedisiplinan, Tanggung jawab, dan Integritas.

“Saya berharap, Dasa Darma Pramuka tidak hanya dibaca saat upacara perkemahan saja, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Dasa Darma tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegas Lukman.

Lebih lanjut, dalam menghadapi era persaingan bebas MEA dan AFTA, Menteri Agama juga meminta kepada para kakak pembina pramuka madrasah agar melakukan inovasi pola pendidikan dan pelatihan kepramukaan di tengah derasnya arus kompetisi dewasa ini.

“Pramuka kekinian tidak hanya bisa ‘bertepuk tangan’ dan ‘yel-yel’, tetapi harus jago IT dan juga harus bisa membuka bisnis atau perusahaan baru. Sehingga, akan banyak lahir wirausahawan muda yang dilatih melalui gerakan pramuka. Inilah saatnya membumikan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka dalam konteks tantangan zaman yang terus berubah,” pungkas Lukman.


Tags
#PPMN III 2017
#Lukman Hakim Saifuddin
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID