logo rilis
Politisi Golkar Miliki 40 Tas Senilai Miliaran Rupiah
Kontributor

16 Januari 2018, 18:41 WIB
Politisi Golkar Miliki 40 Tas Senilai Miliaran Rupiah
KPK menggelar sejumlah barang mewah milik Rita Widyasari, seperti 40 tas, sepatu, dan jam tangan, Jakarta, Selasa (16/1/

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita 40 tas branded yang senilai miliaran rupiah milik Bupati nonaktif Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rita Widyasari dari hasil penggeledahan yang dilakukan penyidik di sembilan lokasi. Adapun saat ini, KPK memang tengah menyidik kasus Tindak Pidana Pencucian Uang yang dilakukan Rita.

Tak hanya tas bermerk seperti Louis Vuitton, Hermes, dan Gucci, sejumlah dokumen, dan rekening koran atas pembelian tas tersebut juga ikut disita oleh penyidik. Bahkan, ada jam mewah, dan sejumlah perhiasan di dalamnya.

Baca Juga

"Dokumen dan rekening koran atas pembelian sejumlah atas, antara lain, tas bermerek designer terkenal 40 buah, sepatu, jam tangan dan perhiasan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief, Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Selain tas dan dokumen, penyidik KPK juga menemukan uang yang juga disita. Adapun jumlahnya, uang dalam pecahan USD100 sejumlah USD10.000 yang setara sekira Rp200 juta rupiah.

Dalam 15 hari terakhir, KPK mengintensifkan penyidikan baru terkait tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Rita. Sembilan lokasi yang digeledah terletak di Kutai Kartanegara.

"Dua rumah pribadi RIW di Tenggarong, Tiga rumah anggota DPRD tim 11 di Tenggarong, Kantor Sinar Kumala Naga (SKN) dan dua rumah pribadi pihak terkait lainnya di Samarinda dan satu rumah teman tersangka RIW di Tenggarong," sebut Laode.

Sebelumnya, Rita Widyasari (RIW) dan Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin (KHR) harus menelan kenyataan pahit lantaran kembali ditetapkan sebagai tersangka. Kali ini KPK menjerat mereka dengan tindak pidana pencucian uang.

Keduanya diduga mencuci uang dari hasil tindak pidana korupsi dan gratifikasi dalam sejumlah proyek dan perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang nilainya mencapai Rp436 miliar. 

"Diduga TPPU dilakukan tersangka RIW (Rita Widyasari) bersama-sama KHR (Khairudin) selama periode jabatan RIW sebagai Bupati Kutai Kartanegara. (Jumlah) mungkin bertambah setelah penyidikan TPPU itu berlangsung," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/1).

Penyidik menemukan indikasi kuat keduanya telah membelanjakan penerimaan hasil gratifikasi dan suap untuk membeli kendaraan. Adapun untuk menyamarkan tindak pidana korupsinya, Rita dan Khairudin menggunakan nama orang lain, baik dalam membeli sejumlah kendaraan mewah, dan tanah. 

"Salah satunya penyamaran itu dilakukan dengan menggunakan nama orang lain," ujarnya. 

Penyidik KPK pun telah menyita sejumlah aset milik Rita berupa tiga unit mobil, yaitu Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser, kemudian dua unit Apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Selain itu sejumlah dokumen dan transaksi keuangan atas indikasi penerimaan gratifikasi, serta dokumen perizinan lokasi perkebunan Kelapa Sawit dan proyek-proyek di Kabupaten Kutai Kartanegara juga ikut disita KPK.  

"Karena indikasinya kuat sekali, bahwa pemberian izin-izin yang berhubungan, baik itu sawit dan juga sumber daya yang lain, dan juga berhubungan dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan RIW dan KHR," kata Syarif. 

Atas perbuatannya itu, Rita dan Khairudin disangkakan melanggar Pasal Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. 


#KPK
#Rita Widyasari
#TPPU
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID