logo rilis
Polisi Beber Pengungkapan Kebon Ganja Hidroponik di Brebes
Kontributor
RILIS.ID
09 Juni 2021, 20:18 WIB
Polisi Beber Pengungkapan Kebon Ganja Hidroponik di Brebes
Polrestro Jakarta Barat saat member pengungkapan kasus kebon ganja hidroponik, Rabu (9/6/2021).FOTO ISTIMEWA

RILIS.ID, Brebes— Petugas Satuannarkoba Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) membeberkan pengungkapan kebon ganja rumahan hidroponik di Brebes, Jawa Tengah beberapa hari lalu.

Dari pengungkapan kasus kebon ganja hidroponik itu, polisi mengamankan empat tersangka mulai dari produsen (pemberi perintah yang menanam ganja), kurir, tukang tanam, hingga pengguna. Mereka adalah TM (39)sebagai pengguna, HF (30) selaku kurir, SY (36), sebagai pemilik kebon ganja hidroponik, dan UH (39), produsen atau pemberi perintah menanam ganja.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo didampingi Kasatnarkoba AKBP Ronaldo Maradona Siregar dan Kanit 3 Satnarkoba AKP Fiernando Adriansyah mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dari ditangkapnya TM (39). Dari penangkapan tersebut, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 1 paket ganja dengan berat brutto 3,8 gram. Menurut TM, daun haram itu didapat dari HF.

”Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap HF,” ujarnya melalui keterangan persnya yang diterima Rilis.id, Rabu (9/6/2021).

Menurutnya, barang bukti yang disita dari HF adalah 38 gram ganja. Setelah itu, petugas kembali mengembangkan penangkapan tersebut dan akhirnya berhasil mengamankan tersangka SY. Saat menangkap  SY inilah petugas menemukan kebon ganja yang ditanam melalui sistem hidroponik di lantai dua sebuah rumah di daerah Brebes, Jawa Tengah.

Dari penangkapan terhadap SY itu, polisi menyita 300 pot tanaman ganja, namun yang berhasil tumbuh hanya berjumlah 200 pot.

”Selain itu, kami menemukan barang bukti  alat penyemprot pupuk dan peralatan tanam dan kami juga berhasil meringkus produsen atau pemberi perintah untuk menanam ganja tersebut atas nama UH,” beber Ady.

Dari UH juga, terus dia, petugas menyita barang bukti biji ganja dan 29 linting.

”Uniknya dalam pengungkapan kebon ganja hidroponik ini, tersangka tidak memiliki motif ekonomi. Artinya, tersangka menanam hanya untuk konsumsi pribadi,” ucapnya.

Ia melanjutkan, sebelum tersangka menanam di daerah Brebes, ia sempat mencoba menanam di daerah Majalengka, namun tidak berhasil tumbuh.

Dari hasil pengungkapan kebon ganja rumahan hidroponik tersebut disita tanaman ganja dengan umur berkisar 2-3 bulan dan belum sempat dipanen pemiliknya.

”Pengakuan tersangka, 1 pot ganja bisa menghasilkan 200 gram. Jadi, total 40 kilogram dari 200 pot tanaman ganja yang ditanam,” jelasnya.

Ady memaparkan, dari pengakuan SY, ia diberikan modal oleh UH sebesar Rp550 ribu, dan jika berhasil panen, maka akan diberi upah Rp100 ribu per pot.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan para tersangka, penyidik membaginya dalam dua berkas. Yaitu sebagai penyalahguna dikenakan pasal 127 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sedangkan HF, SY dan UH dikenakan pasal 114 ayat 2 sub 111 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.(*)

Editor: Wirahadikusumah


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID