logo rilis
Pimpinan MPR Ajak Masyarakat Jaga dan Lestarikan Pancasila
Kontributor
Nailin In Saroh
24 Juli 2020, 12:00 WIB
Pimpinan MPR Ajak Masyarakat Jaga dan Lestarikan Pancasila
Wakil Ketua MPR RI Syarifuddin Hasan saat menyampaikan sambutan pada acara Temu Tokoh Nasional dengan masyarakat Desa Harjasari Bogor Selatan Kota Bogor Jawa Barat di Pos Kamling Bale Riung Kampung Mekarsari, RT 02/04, Desa Harjasari Bogor Selatan Kota Bogor Jawa Barat, Kamis (23/7/2020) malam. FOTO: Humas MPR RI

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua MPR RI Syarifuddin Hasan mengajak seluruh lapisan masyarakat, terlibat dalam upaya-upaya menjaga dan melestarikan Pancasila. Jangan sampai abai, menyerahkan tugas menjaga dan melestarikan Pancasila kepada pemerintah. 

"Apalagi jika Pancasila tengah dalam ancaman, seperti upaya penggantian oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," ujar Syarif saat menyampaikan sambutan pada acara Temu Tokoh Nasional dengan masyarakat Desa Harjasari Bogor Selatan Kota Bogor Jawa Barat di Pos Kamling Bale Riung Kampung Mekarsari, RT 02/04, Desa Harjasari Bogor Selatan Kota Bogor Jawa Barat, Kamis (23/7/2020) malam. 

Turut hadir pada acara tersebut KH. Deden Asnawi, tokoh masyarakat dan pengasuh pondok pesantren Annuriyah. 

Hingga kini, menurut Syarif, masih ada kelompok yang berupaya mengganti Pancasila dengan ideologi-ideologi yang lain. Cara yang digunakan pun bermacam-macam, baik yang sesuai aturan maupun yang bertentangan dengan konstitusi.

"RUU Haluan Ideologi Pancasila adalah contoh upaya mengganti pancasila. Karena RUU HIP secara implisit menghendaki perubahan terhadap Pancasila hasil kesepakatan 18 Agustus 1945, dengan Pancasila 1 Juni 1945," kata Syarif menambahkan.

Antara Pancasila 18 Agustus dan 1 Juni, kata Sjarif, memiliki perbedaan yang sangat jelas. Antara lain, sila Ketuhanan pada Pancasila 1 Juni merupakan sila kelima. Berbeda dengan Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pancasila 18 Agustus yang merupakan sila pertama. Karena itu menurutnya, wajar jika RUU HIP ditolak oleh masyarakat.

Mempertahankan Pancasila sebagai dasar, ideologi dan falsafah negara kata Syarif, menjadi pilihan yang tidak dapat ditawar. Karena Pancasila mengajarkan bangsa Indonesia untuk selalu hidup rukun dan damai. Karena itu, siapapun yang berusaha merubah Pancasila harus menolak.

"Pancasila bukan hanya membawa kerukunan dan kedamaian. Tapi Pancasila juga akan membawa kesejahteraan, melalui sistem ekonomi koperasi. Pancasila akan membuat bangsa Indonesia bersatu padu, jauh dari perpecahan," katanya.

Pada kesempatan itu, Syarif Hasan juga mengajak masyarakat untuk menjalani kebiasaan baru selama Pandemi COVID-19. 

"Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, pakai masker serta jaga jarak harus menjadi kebiasaan. Jangan keluar rumah, kecuali untuk keperluan yang sangat penting," imbau politisi senior Demokrat itu. 

 

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID