Pimpinan KPK Beri Sinyal Zumi Zola Tersangka Suap APBD - RILIS.ID
Pimpinan KPK Beri Sinyal Zumi Zola Tersangka Suap APBD

Rabu | 31/01/2018 18.53 WIB
Pimpinan KPK Beri Sinyal Zumi Zola Tersangka Suap APBD
Zumi Zola. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi sinyal adanya penetapan tersangka terhadap Gubernur Jambi Zumi Zola.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang enggan menjawab secara gamblang. Namun, ia menegaskan setiap adanya penggeledahan sudah pasti ada surat perintah dimulainya penyidikan (Sprindik) di mana ada tersangka baru.

"Normatifnya, kalau sudah sampai penggeledahan berarti sudah sampai di tahap apa? Artinya sudah tahap penyidikan, ya, sudah kalian (media) tahu ya," kata Saut di gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Kendati begitu, Saut masih belum mau membuka namanya. Sebab, dikatakannya, KPK harus memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menetapkan hingga mengumumkan seorang tersangka.

"Jangan, kalau nyebut orang kan enggak boleh," paparnya.

Baca: Kasus Suap APBD Jambi, KPK Selidiki Fakta Baru dari Zumi Zola

Namun demikian, Saut menegaskan pengumuman penetapan tersangkanya akan dilakukan dalam waktu dekat. Untuk itu ia meminta semua pihak bersabar.

"Hasil resminya segera kita umumkan beberapa hari ke depan," tutupnya.

Diketahui hari ini penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas Zumi Zola di Jambi. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, saat ini penyidik masih terus mencari sejumlah barang bukti di rumah Zumi.

"Ya ada penggeledahan. Tim masih di lapangan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Rabu (31/1).

Baca: Giliran Zumi Zola yang Masuk Zona Warning KPK

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang tersangka, yakni anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono, Plt Sekretaris Daerah Jambi Erwan, Plt Kadis PUPR Arfan, dan Asisten Daerah III Syaifuddin.

Supriyono yang merupakan anggota DPRD Jambi periode 2014-2019 diduga telah menerima hadiah atau janji terkait pengesahan APBD Jambi 2018 dari Erwan, Arfan, dan Syaifuddin.

Kasus ini bermula dari OTT. Kala itu KPK mengamankan uang sebesar Rp4,7 miliar dari total suap yang diduga mencapai Rp6 miliar.

Baca: KPK: Catatan Pembahasan RAPBD Ditemukan di Kantor Zumi Zola

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID