logo rilis
Pertanian Alami Kenaikan selama Pandemi, Mentan: Sub Sektor Terbesar Perkebunan
Kontributor

10 Desember 2020, 16:30 WIB
Pertanian Alami Kenaikan selama Pandemi, Mentan: Sub Sektor Terbesar Perkebunan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menerima pot bunga krisan dari Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry.FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, nilai ekspor pertanian selama pandemi COVID-19 senilai Rp359,5 triliun. Pada periode Januari hingga Oktober 2020 ekspor naik sebesar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019.

"Sub sektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar ekspor di sektor pertanian dengan kontribusi sebesar Rp326,86 triliun atau 90,92  persen," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo pada acara puncak Hari Perkebunan ke-63 yang digelar di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (10/1/2/2020).

Menurut dia, nilai ekspor komoditi pertanian tersebut berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan tujuan ke Cina, India, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa.

Adapun ekspor komoditas perkebunan yang melonjak pada Januari-Oktober paling besar disumbang oleh komoditas kelapa sawit, karet, kakao, kelapa dan kopi. Sedangkan komoditi pertanian yang diekspor tersebut berupa kepala sawit, karet, kopi, kelapa dan kakao (coklat).

Dia menambahkan sub sektor perkebunan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pendapatan negara, karena perkebunan harus menjadi perhatian bersama.

"Peringatan Hari Perkebunan harusnya mampu menjadi pemacu semangat dan motivasi dalam mengambil peranan untuk pemulihan ekonomi nasional," kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.

Perlu Strategi Optimalisasi Ekspor Komoditi Kebun

Selain itu, peringatan ini juga diharapkan bisa menjadi momentum bersama untuk menyusun strategi pengoptimalan ekspor komoditi kebun era revolusi industri 4.0.

Dia mengatakan peluang ekspor komoditi perkebunan sebagai salah satu sumber devisa negara masih terus meningkat meskipun di tengah pandemi COVID-19.

Karena, menurutnya, sub sektor perkebunan perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak, termasuk BUMN dan pihak swasta, sehingga diharapkan nantinya terbangun korporasi petani.

Bahkan petani dan pekebun harus berada dan menjadi mitra swasta dan BUMN, sehingga terangkat pendapatan dan untuk kesejahteraan mereka.

Pihak Kementan terus berupaya dalam pengembangan aneka komoditas strategis perkebunan dalam kerangka program Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing Perkebunan (Grasida).

Pada kesempatan itu, pihak Kementan juga memberikan penghargaan kepada para gubernur dan bupati yang berhasil mengembangkan sektor pertanian untuk tujuan ekspor seperti Gubernur Jabar, Jateng, Sulut, Sumsel, Jambi dan Sumut.

Sedangkan bupati yang mendapatkan penghargaan yakni Bupati Musi Banyu Asin (Muba), Bupati Bandung Barat dan Bupati Cianjur. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID