Perpres 54/2018 Dinilai Bakal Memperkuat Pencegahan Korupsi - RILIS.ID
Perpres 54/2018 Dinilai Bakal Memperkuat Pencegahan Korupsi

Jumat | 27/07/2018 08.15 WIB
Perpres 54/2018 Dinilai Bakal Memperkuat Pencegahan Korupsi
Mendagri Tjahjo Kumolo. FOTO: RILIS.ID/AM Ikhbal

RILIS.ID, Jakarta – Dengan diterbitkannya Perpres No. 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi diharap dapat menyatukan komitmen seluruh instansi pemerintah untuk melawan korupsi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengatakan peraturan ini merupakan upaya kolaborasi sejumlah kementerian/lembaga dalam melakukan pencegahan korupsi.

"Tentu Kemendagri optimistis, hadirnya perpers ini, karena dapat menyatukan seluruh energi yang ada untuk bersatu melawan korupsi," kata Tjahjo kepada wartawan di Jakarta pada Kamis (27/6/2018).

Menurut dua, terbitnya kebijakan ini juga merupakan komitmen pemerintah Presiden Jokowi untuk menguatkan lembaga KPK, khususnya pencegahan.

Hadirnya tim yang dibentuk dari beberapa kementerian/lembaga ini, kata dia, adalah hal yang penting, agar aksi-aksi pencegahan korupsi bisa lebih efektif.

"Dulu kita mengenal ada RAD PPK (Bappenas), ada Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), ada Binwas (Kemendagri), ada Korsupgah (KPK). Semua jalan sendiri-sendiri, hadirnya Timnas PK akan menyatukan seluruh aksi ini," ujar dia.

Untuk Kemendagri sendiri, tambah dia, upaya pencegahan korupsi yang dilakukannya akan dimasukkan menjadi aksi Timnas PK. Ini sesuai dengan Permendagri No. 35 Tahun 2018.

Dalam peraturan tersebut, pencegahan korupsi diarahkan pada perencanaan dan penganggaran, perjalan dinas, hibah bansos, pendapatan daerah dan PBJ plus perizinan.

Semua upaya-upaya yang sedang berjalan seperti integrasi e-planning, e-budgeting, dan PTSP ke depannya akan disupervisi KPK melalui Timas PK.

"Apabila ditanya berarti upaya pencegahan Kemendagri selama ini belum efektif, sehingga perlu Timnas PK, maka tergantung indikatornya apa, kalau rumah besarnya akuntabilitas dan tata kelola pemda, binwas Kemendagri sangat efektif seperti membaiknya opini WTP BPK, SPIP, e-Government dan lain-lain," tambahnya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID