Perawat-Keluarga Pasien Ini Adu Jotos di RSUDAM Lampung - RILIS.ID
Perawat-Keluarga Pasien Ini Adu Jotos di RSUDAM Lampung

Rabu | 28/03/2018 02.38 WIB
Perawat-Keluarga Pasien Ini Adu Jotos di RSUDAM Lampung
Yansori (50), warga Sukarame yang terlibat perkelahian dengan seorang perawat RSUDAM melapor ke Polresta Bandarlampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Keluarga pasien dan seorang perawat terlibat perkelahian di instalasi gawat darurat, Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Selasa (27/3/2018) kemarin.

Selain adu jotos, keduanya juga saling lapor ke Polresta Bandarlampung.

Menurut keluarga pasien, Yansori (50), perkelahian itu bermula saat ia meminta istrinya bernama Hayati (47) untuk segera ditangani oleh tim medis. 

Permintaan itu ia sampaikan kepada seorang perawat bernama Ferry.

Namun, perawat tersebut mempertanyakan surat rujukan dari puskesmas tempatnya tinggal. Karena tidak memiliki surat rujukan, ia lantas meminta tolong agar istrinya ditangani lebih dulu. 

“Perawat rumah sakit tidak mau menangani istri saya karena tidak ada surat rujukan itu. Saya kesal dan membentaknya (perawat). Perawat rumah sakit juga membentak, ‘Mau Bapak apa?” katanya menirukan ucapan sang perawat.

Perkelahian pun tak terhindarkan. 

Bahkan, beberapa perawat turun gelanggang untuk membantu rekan seprofesinya. 

“Ada yang menarik kerah kaos saya dan ada juga yang mencekram,” ujar Yansori.

Melihat ayahnya terlibat perkelahian, anak Yansori, Peprima (16), mencoba melerai pertengkaran. 

Apes, Peprima pun terkena bogem mentah dari rekan perawat tersebut.

“Saat ini, anak saya (Peprima) divisum di Rumah Sakit Bumi Waras, sedangkan istri saya berobat ke Rumah Sakit Advent,” tukas warga Sukarame ini saat ditemui di Mapolresta Bandarlampung.

Kepala Bagian Humas RSUDAM, Akmad Sapri membenarkan adanya keributan di ruang IGD tersebut. 

Menurutnya, kejadian itu awalnya karena keluarga pasien marah-marah dengan perawat.

“Padahal pasien sudah mau kita rawat dan akan dimasukin di ruang IGD, tapi tiba-tiba pasien marah-marah, saya tidak tahu penyebab pasien marah-marah,” ucapnya.

Sapri mengaku tidak bisa mencegah keduanya saling lapor ke polisi. 

“Kejadian ini kita bawa ke jalur hukum, karena perawat kami (Ferry) merasa tidak terima dengan kejadian ini, Kita tunggu saja keputusan dari pihak kepolisian,” tutupnya. 

Sumber RILIS.ID Lampung


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID