Penyiram Novel Tak Sengaja, DPR: Tiada Pidana Tanpa Kesalahan! - RILIS.ID
Penyiram Novel Tak Sengaja, DPR: Tiada Pidana Tanpa Kesalahan!
Nailin In Saroh
Jumat | 12/06/2020 18.28 WIB
Penyiram Novel Tak Sengaja, DPR: Tiada Pidana Tanpa Kesalahan!
Aksi menuntuk keadilan untuk Novel Baswedan. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Anggota Komisi III DPR Aboebakar Alhabsyi, merespon tuntutan satu tahun untuk penyerang Novel Baswedan dengan alasan tidak sengaja melukai mata. Menurutnya, hal ini sangat mengoyak rasa keadilan masyarakat lantaran seolah tindakan para penyerang Novel ini dapat dimaklumi dengan alasan ketidaksengajaan.

"Perlu diingat, bahwa dalam teori ilmu hukum pidana dikatakan 'tiada pidana tanpa kesalahan'(geen straf zonder schuld). Kesalahan, disini dapat berupa dua dimensi faset, yakni pidana kesalahan akibat' kesengajaan' (dolus) dan pidana kesalahan akibat 'kelalaian'," jelas Aboe kepada wartawan, Jumat (12/6/2020).

"Jadi jika dikatakan tindakan penyiraman ini tak sengaja, seolah ingin menghilangkan unsur dolus dalam pidana," sambung politisi PKS itu. 

Seharusnya, menurut Aboe, yang menjadi unsur penentu disini adalah faktor niat batin (mens rea) dari para pelaku. "Apa memang ada penyiraman air keras dikakukan dengan tanpa sengaja? Inikan bahasa sangat sederhana, masak ada istilah 'menyiram' tanpa sengaja," katanya heran. 

Aboe menilai, para pelaku yang membawa air keras, pada suatu subuh dengan mentarget Novel, adalah indikasi kuat mens rea mereka. Bahwa secara sadar melakukan perbuatan penyerangan terhadap Novel dengan alat berupa air keras.

"Inilah yang terlihat mengoyak rasa keadilan masyarakat. Perkara yang sedang menjadi perhatian publik seperti ini seharusnya ditangani dengan baik," kata Aboe merasa miris. 

Aboe pun mengingatkan, kejaksaan seharusnya menyiapkan rencana penuntutan yang baik, jangan sampai seolah publik melihat ini hanya sebuah drama. Sebab hal ini tidak baik untuk citra penegakan hukum di Indonesia. 

"Jamwas dan Jaksa Agung perlu memberikan atensi pada kasus ini. Publik berhak tahu kenapa tuntutan kepada pelaku penyerangan penegak hukum bisa seperti itu. Jangan sampai nanti menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Indonesia," tegas Abie mengingatkan. 

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID