logo rilis
Penjelasan MUI soal Tidak Salat Jumat Tiga Kali, Apakah Tergolong Kafir?
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
03 April 2020, 10:30 WIB
Penjelasan MUI soal Tidak Salat Jumat Tiga Kali, Apakah Tergolong Kafir?
FOTO ILUSTRASI: Pixabay

RILIS.ID, Jakarta— Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan penjelasan soal hukum bagi pria Muslim yang tidak menjalankan ibadah salat Jumat tiga kali berturut-turut. 

Menurut Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh, Ada tiga jenis orang yang tidak melaksanakan salat Jumat.

Pertama, kata dia, adalah orang yang tidak salat Jumat karena inkar akan kewajiban Jumat. Maka, menurutnya, orang itu dihukumi sebagai kafir.

Kemudian yang kedua adalah orang Islam yang tidak salat Jumat karena malas. Dia meyakini kewajiban Jumat tapi dia tidak salat Jumat karena kemalasan dan tanpa adanya uzur syar'i. 

"Maka dia berdosa, atau 'ashin. Melakukan maksiat. Jika tidak Jumatan tiga kali berturut tanpa uzur maka Allah mengunci mati hatinya," kata Asrorun dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2020). 

Adapun yang ketiga, ungkap Asrorun, adalah orang Islam yang tidak Jumatan karena ada uzur syar'i. Menurutnya, orang itu dibolehkan untuk tidak salat Jumat. 

Menurut pandangan para ulama fikih, kata dia, uzur syar'i tidak salat Jumat antara lain sakit. Ketika sakitnya lebih dari tiga kali Jumat, dia tidak salat Jumat tiga kali berturut-turut pun tidak berdosa.

"Uzur syar'i berikutnya adalah kekhawatiran terjadinya sakit. Nah, dalam kondisi ketika berkumpul dan berkerumun itu diduga kuat akan terkena wabah atau menularkan penyakit, maka ini menjadi uzur untuk tidak Jumatan (salat Jumat)," ujarnya. 

Dia menjelaskan, ada beberapa udzur syar'i lain yang dibolehkan meninggalkan salat Jumat,  di antaranya hujan deras yang menghalangi menuju masjid, juga karena adanya kekhawatiran akan keselamatan diri, keluarga, atau hartanya. 

"Hingga kini, wabah covid-19 masih belum bisa dikendalikan dan diatasi. Potensi penularan dan penyebarannya masih tinggi. Dengan demikian, uzdur syar'i yang menyebabkan tidak dilaksanakannya perkumpulan untuk ibadah seperti salat Jumat masih ada," jelasnya. 

Asrorun kemudian mengutip beberapa sumber terkait dengan hukum tidak melaksanakan salat Jumat tiga kali berturut-turut:

Kitab Asna al-Mathalib menyebutkan:

?????? ?????? ????????? ??????? ??? ???????????? ????? ???????????? ????????????? ??????????? ???? ??????????? ?????? ??????? ???????????? ?????? ??????????????? ??????????

Al-Qadli 'Iyadl menukil pandangan para Ulama bahwa orang yang terjangkit wabah lepra dan penyakit menular lainnya dicegah untuk ke masjid dan sholat Jumat, juga bercampur dengan orang-orang (yang sehat).

Ada juga dalam kitab al-Inshaf yang menyebutkan:

?????????? ??? ?????? ??????????? ?????????????? ?????????? ????? ???????? ?????????? ??????? ??? ??????????? ???????? ??????? ????????

"Uzur yang dibolehkan meninggalkan salat Jumat dan jemaah adalah orang yang sakit tanpa ada perbedaan di kalangan Ulama. Termasuk udzur juga yang dibolehkan meninggalkan sholat Jumat dan jamaah adalah karena takut terkena penyakit," ungkap Asrorun. 

Menurut Asrorun, dua kondisi tersebut menjadi udzur untuk tidak Jumatan, yakni orang yang sakit, khawatir akan sakitnya dan khawatir menularkan penyakit ke orang lain, serta orang yang khawatir tertular penyakit. Selama masih ada udzur, katanya, maka dia masih tetap boleh tidak Jumatan.

"Dan baginya tidak dosa. Kewajibannya adalah mengganti dengan salat Zuhur," ujarnya. 

Terkait hadits soal meninggalkan salat Jumat tiga kali berturut-turut dikategorikan kafir, adalah yang meninggalkannya tanpa uzur, sebagaimana riwayat

?? ??? ???? ??? ???????? ?? ??? ??? ??? ???? ??? ????

"Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa uzur, maka Allah akan tutup hatinya."

Atau dalam redaksi hadis yang lain, meninggalkan Jumat dengan menggampangkan atau meremehkannya, sebagaimana sabdanya:

???? ?????? ??????? ?????? ?????????? ????? ?????? ??????? ????? ????????

"Barang siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali dengan meremehkannya, maka Allah tutup hatinya."




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID