logo rilis
Penjelasan Mahfud Kenapa Masjid Tutup tapi Mal dan Bandara Tetap Buka
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
19 Mei 2020, 17:32 WIB
Penjelasan Mahfud Kenapa Masjid Tutup tapi Mal dan Bandara Tetap Buka
Menkopolhukam Mahfud MD. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, memberikan penjelasan terkait  alasan pemerintah tetap mengizinkan mal dan bandara tetap buka semasa pandemi COVID-19, sementara masjid diwajibkan tutup. 

Menurut Mahfud, hal itu terjadi lantaran mal dan bandara masih digunakan untuk 11 sektor yang dikecualikan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

"Saya kira yang dibuka bukan langgar hukum karena ada 11 sektor tertentu yang oleh UU boleh dibuka, oleh protokol," kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Mahfud menjelaskan, sejumlah mal masih diizinkan beroperasi lantaran harus menyediakan layanan yang termasuk dalam 11 sektor. 

Adapun 11 sektor itu di antaranya penyedia layanan pemenuhan kebutuhan pangan dan bahan bakar minyak, kesehatan, komunikasi, dan distribusi logistik.

Kegiatan usaha di luar 11 sektor yang dikecualikan dalam aturan mengenai PSBB untuk sementara tidak boleh beroperasi. Ia mencontohkan, pusat belanja furnitur IKEA di Tangerang Selatan diminta untuk tutup sementara saat PSBB.

Mahfud menjelaskan bahwa bandara juga diperbolehkan beroperasi untuk melayani kelompok masyarakat yang harus berpergian untuk melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan di PSBB.

"Bandara untuk mengangkut orang-orang dengan tugas dan syarat tertentu dibuka, (kalau ada) yang melanggar juga ditindak," ujarnya.

Meski boleh beroperasi selama pandemi, Mahfud menegaskan, kegiatan usaha di 11 sektor yang dikecualikan harus tetap dilakukan dengan mengacu pada protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

"Ada penegakan protokol kesehatan yang dikawal penegakan keamanan. Jadi strateginya penegakan protokol keamanan," ujar dia.

Mengenai kekecewaan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal larangan shalat jamaah di masjid sementara pusat belanja dibiarkan ramai, Mahfud menilai hal itu adalah personal, bukan institusi MUI. 

"Itu kan pernyataan orang MUI, bukan MUI-nya yang menyatakan," tandasnya. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID