logo rilis
Penjarahan Pascagempa, Netizen Sebut Bukannya Taubat Malah....
Kontributor

01 Oktober 2018, 14:00 WIB
Penjarahan Pascagempa, Netizen Sebut Bukannya Taubat Malah....
{enjarahan yang dilakukan oleh warga terdampak gempa di Palu. FOTO: Instagram/@info_kejadian_makassar

RILIS.ID, Jakarta— Pascagempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, beredar kabar adanya penjarahan di beberapa tempat seperti mall dan toko. 

Mengkutip akun @makassar_iinfo, tampak beberapa foto dan video di mana beberapa orang mengambil beberapa barang.

Barang-barang yang diambil pun bukan makanan atau minuman. 

Menurut informasi dari akun tersebut, para oknum sebagian besar mengambil barang-barang elektronik dan pakaian baru.

Dari video yang diunggah, tampak aparat kepolisian membubarkan warga yang kedapatan mengambil barang. 
Tas yang warga bawa keluar dari toko pun digeledah petugas untuk dicek apakah memang barang hasil curian atau bukan.

"Parah, beberapa anak muda ini malah melakukan penjarahan di toko HP Makmur Jaya di Kota Palu. Beruntung aksinya cepat diketahui oleh Polisi. Tak hanya itu, seorang bapak juga tertangkap kamera membawa televisi dari salah satu mall di Kota Palu," ujar kutipan akun tersebut.

Video dan kabar ini pun berhasil memantik komentar netizen. 

Tak sedikit netizen yang menyesalkan kejadian penjarahan tersebut. 

Bahkan di antaranya menyesalkan kenapa warga tersebut justru bukan bertaubat setelah musibah datang namun malah melakukan perbuatan kriminal.

"Orang-orang kaya begini yang bikin hilang simpati," ujar komentar akun @ocsann

"Wah wah apa hal seperti ini bisa disebut mengambil hak orang lain? Awalnya saya kasian tapi sekarang kok saya jadi merasa tidak kasihan," tulis komentar akun @rasgaming_

"Teguran sudah berulang kali tapi belum sadar juga ya Allah... mereka yang berniat jelek tapi orang lain yang tidak berdosa yang kena imbasnya," cuit @adhaliyah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengklarifikasi berita yang menyebutkan bahwa pemerintah mengizinkan warga mengambil barang dari toko-toko pasca terjadinya gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (29/9/2018) lalu.

Tjahjo menjelaskan, dalam rapat dengan Pemda setempat, ia meminta agar Gubernur Sulawesi Tengah secepatnya membantu masyarakat dengan memfasilitasi pembelian makanan dan minuman dari toko-toko. 
Dengan kata lain Pemerintah daerah perlu membayar dahulu makanan dan minuman baru kemudian dibagian ke warga.

"Dalam rapat saya minta Pemda memfasilitasi pembelian minuman dan makanan di toko yang menjual. Berikan dulu kepada pengungsi dan yang dirawat di rumah sakit," ujar Tjahjo.

"Cari yang punya toko dibeli dulu dan saya minta pengawalan Satpol PP dan Polri, kemudian bagikan makanan tersebut," ujarnya.
 

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID