Pengamat: Wajib Pajak Harus Jadi Mitra Bukan Dicurigai - RILIS.ID
Pengamat: Wajib Pajak Harus Jadi Mitra Bukan Dicurigai

Jumat | 18/08/2017 10.30 WIB
Pengamat: Wajib Pajak Harus Jadi Mitra Bukan Dicurigai
Ilustrasi grafik pajak

RILIS.ID, Bandung— Direktorat Jenderal Pajak (DJP) harus membangun kepercayaan (trust building) dengan wajib pajak (WP). Tidak baik WP terus dicurigai.

Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo menilai trust building ke depan memang akan menjadi kunci untuk mendorong penerimaan perpajakan.

"Trust building menurut saya memang kunci. Nah menurut saya, asal konsisten ini efektif," ujar Yustinus di Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Menurut Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu, cara komunikasinya adalah melalui perbaikan prosedur, penciptaaan kepastian proses, perlakuan sebagai mitra, dan lainnya.

"Akhir-akhir ini banyak aturan yang kesannya tidak mempercayai WP. Misal, siapapun yang lapor pajak harus menunjukkan surat kuasa atau surat tugas. Maksudnya baik sebagai kontrol, tapi caranya itu lho," kata Yustinus.

Pemerintah dalam RAPBN 2018 menetapkan target penerimaan perpajakan sebesar Rp1.609,4 triliun yang terdiri atas pajak nonmigas Rp1.379,4 triliun, kepabeanan dan cukai Rp194,1 triliun dan PPh migas Rp35,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan target penerimaan perpajakan tersebut merupakan proyeksi yang lebih moderat dalam kondisi saat ini. Target penerimaan perpajakan itu ditetapkan agar tidak menimbulkan tekanan yang kuat terhadap perekonomian dan menimbulkan keresahan kepada pelaku usaha.

Pemerintah juga akan terus berkomunikasi kepada para pengusaha agar persoalan perpajakan tidak menyebabkan kekhawatiran yang berlebihan. Pemerintah pun memastikan otoritas pajak akan meneruskan proses bisnis maupun reformasi perpajakan pada 2018, yang selama ini sudah berjalan dengan baik.


Tags
#pajak
#wajib pajak
#direktorat jenderal pajak
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID