Pengadilan Kanada Putar Video Penembakan Jemaah Masjid - RILIS.ID
Pengadilan Kanada Putar Video Penembakan Jemaah Masjid

Jumat | 13/04/2018 19.51 WIB
Pengadilan Kanada Putar Video Penembakan Jemaah Masjid
Terdakwa pembunuhan enam Muslim di Masjid Quebec, Kanada, Alexandre Bissonnette. FOTO: Facebook

RILIS.ID, Trenton – Persidangan terhadap pelaku aksi penembakan brutal yang membunuh enam orang dan melukai 19 lainnya di sebuah masjid di Quebec City, Kanada, berlanjut pada Kamis (12/4/2018).

Sejumlah rekaman video dimainkan di ruang pengadilan, menunjukkan tersangka Alexandre Bissonnette menembaki jemaat di Pusat Kebudayaan Islami Quebec City dan kemudian berhenti untuk mengisi ulang senjatanya sebelumnya kembali melepaskan tembakan pada 29 Januari 2017 lalu.

Melansir dari kantor berita Anadolu Agency, hakim Francois Huot mengatakan, rekaman video itu boleh ditunjukkan di ruang pengadilan namun tidak boleh disebarluaskan karena bisa memantik lebih banyak aksi kekerasan. Namun, dia membolehkan media menggambarkan isi video itu.

Sebelum 10 video itu diputar, hakim juga memperingatkan adanya gambar-gambar yang 'mengganggu'.

"Rekaman ini sulit ditonton dan sangat brutal," kata Huot.

Maret lalu, Bissonnette, 28 tahun, mengaku bersalah atas enam tuduhan pembunuhan dan enam tuduhan percobaan pembunuhan. Di pengadilan, dia duduk sementara rekaman itu dimainkan di ruangan yang senyap, diselingi tangisan kelurga korban.

Jaksa penuntut mengatakan, mahasiswa itu bertindak "secara metodis, strategis, dan berdarah dingin" selama melakukan penembakan yang berlangsung selama dua menit, dari pukul 19.54 hingga 19.56.

Video menunjukkan Bissonnette berjalan ke arah masjid dan mengeluarkan senjata dari kotak gitar. Dua pria yang berjalan keluar dari masjid, yakni Mamadou Tanou Barry (42 tahun) dan Ibrahima Barry (39 tahun) ditembak mati olehnya.

Dia kemudian meletakan senjata laras panjang di tangannya dan mengeluarkan sepucuk pistol Glock, menghampiri korban-korban yang terluka di lantai dan menembaki mereka.

Tersangka kemudian masuk ke ruang ibadah dan menembaki empat pria di sana. Para korban antara lain Azzedine Soufiane (57 tahun), Khaled Belkacemi (60 tahun), Aboubaker Thabti (44 tahun), dan Abdelkrim Hassane (41 tahun).

Kanada tidak menerapkan sistem hukuman mati. Hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan terhadap Bissonnette adalah kurungan penjara selama 150 tahun--masing-masing 25 tahun untuk enam tuntutan yang dihadapinya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID