logo rilis
Peneliti Balitbangtan Masuk 500 Peneliti Terbaik
Kontributor
Elvi R
29 Mei 2020, 15:00 WIB
Peneliti Balitbangtan Masuk 500 Peneliti Terbaik
Peneliti Balitbangtan Masuk 500 Peneliti Terbaik. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti dari Badan Litbang Pertanian, Dr. Yiyi Sulaeman, masuk dalam jajaran 500 peneliti terbaik nasional versi Science and Technology Index (Sinta) yang diumumkan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro, Kamis (28/5/2020), kemarin.

Ranking tersebut menggambarkan kondisi yang paling komprehensif dari kualitas peneliti dan dosen yang ada di Indonesia. "Kita bangga ada peneliti sumberdaya lahan yang masuk di level tersebut," kata kepala Balai Besar Penelitian Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Bogor, Dr. Husnain.

Yiyi yang baru saja menjabat sebagai Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Kalimantan Selatan, berada di posisi 149 dari 500 peneliti terbaik. Yiyi juga menjadi peringkat 1 lingkup peneliti dari Badan Litbang Pertanian.

Yiyi yang dikenal sebagai ahli pemetaan tanah digital memang memiliki segudang aktivitas di dunia ilmiah. Ia, misalnya, menjadi Lead Editor buku level internasional yaitu Tropical Wetland yang diterbitkan CRC Press pada 2020. 

Publikasi internasional lain yang terkait rawa di antaranya Wetland Development for Agriculture in Indonesia 1935 to 2013: Historical perspective and lessons learned. Ia juga menulis review A Framework for development of wetland for agricultural use in Indonesia pada 2019. "Banyak literatur kita yang harus ditulis dalam B. Inggris agar dikenal dunia," kata Yiyi. 

Yiyi juga merupakan digital soil mapper pertama di Indonesia yang merintis terobosan metode pemetaan. Ia mencoba memanfaatkan sejumlah data warisan untuk memutakhirkan data tanah di Indonesia. 

Yiyi juga merintis pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pemetaan tanah. "Banyak metode yang telah populer digunakan di disiplin ilmu lain dapat diadopsi pada disiplin ilmu tanah," kata Yiyi.

Di tanah air Yiyi juga berusaha menyederhanakan peta tanah agar dapat dipahami masyarakat umum. Ia misalnya membuat peta tanah-tanah bermasalah seperti tanah salin, tanah dangkal, maupun tanah terjal. "Nama-nama sederhana itu mudah dimengerti," kata Yiyi.

"Kita terus dorong para peneliti kita untuk percepat hilirasi dan go internasional. Salahsatunya adalah mengikuti standar pemeringkatan seperti SINTA ini. Ke depan, diharapkan akan banyak peneliti Badan Litbang yang masuk jajaran 500 peneliti terbaik nasional", ungkap Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fadjry Djufri.

Sumber: Yayank/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID