logo rilis
Pemerintah Harus Pastikan Protokol Normal Baru Sinergi dengan Kesehatan dan Ekonomi
Kontributor
Nailin In Saroh
05 Juni 2020, 21:01 WIB
Pemerintah Harus Pastikan Protokol Normal Baru Sinergi dengan Kesehatan dan Ekonomi
Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar, Puteri Anetta Komarudin. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mengingatkan pemerintah agar memastikan penerapan era normal baru atau new normal telah dikaji secara komprehensif berdasarkan data riil di lapangan dan analisis ilmiah. Kebijakan tersebut juga harus sinergi dengan upaya pemulihan ekonomi di setiap sektor usaha dengan sektor kesehatan.  

"Jangan malah memberi dampak yang lebih buruk bagi sektor kesehatan dan ekonomi. Apalagi, urgensi protokol kesehatan yang ketat memang sangat perlu diperhatikan, mengingat fakta bahwa risiko penularan masih tinggi dan vaksin belum ditemukan,” ujar Puteri dalam keterangannya, Jumat (5/6/2020).

Politisi Golkar ini juga meminta pemerintah untuk terus membuka ruang diskusi dengan berbagai lapisan masyarakat dalam perumusan ketentuan era normal baru. Hal ini penting karena mempertimbangkan kemungkinan perbedaan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan tatanan kehidupan yang baru, khususnya aktivitas pekerja. 

“Pemulihan ekonomi masyarakat tidak akan serta merta kembali seperti sedia kala, melainkan bertahap. Oleh karena itu, panduan normal baru yang disusun pemerintah harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan dunia usaha. Misalnya, protokol kesehatan untuk pelaku usaha dibedakan berdasarkan skala usahanya," kata Puteri. 

Selain itu, tambah dia, pemerintah juga dinilai perlu memperhatikan entitas yang belum mampu memenuhi biaya untuk persiapan normal baru tersebut. Untuk itu, perumusan kebijakan normal baru perlu dibahas bersama-sama dan transparan untuk menciptakan kesepahaman dan kesepakatan dalam pelaksanaannya. 

Legislator dapil Jawa Barat VII itu pun menekankan bahwa keberhasilan dalam melawan pandemi COVID-19 sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dan kesadaran kolektif dalam mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya COVID-19 masih perlu ditingkatkan lagi.

“Saya rasa edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan dengan lebih masif dan berulang, baik mengenai COVID-19 itu sendiri maupun ketentuan normal baru nantinya. Tentu saja pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan oleh aparat yang berwenang perlu terus dilaksanakan untuk memastikan bahwa masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,” pungkas puteri mantan Ketua DPR, Ade Komarudin itu. 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID