logo rilis
Pemerintah Gratiskan Tarif Listrik 450 VA, YLKI: Salah Sasaran
Kontributor
Elvi R
01 April 2020, 08:30 WIB
Pemerintah Gratiskan Tarif Listrik 450 VA, YLKI: Salah Sasaran
Ketua Harian YLKI Tulus Abadi. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyatakan, upaya Presiden Jokowi menggratiskan listrik golongan 450 VA dan diskon 50 persen untuk 900 VA secara nasional, patut diapresiasi.

Namun, Ketua Harian YLKI Tulus Abai mengatakan, pertimbangannya soal dampak ekonomi COVID-19 seharusnya yang diprioritaskan adalah kelompok konsumen yang tinggal di perkotaan. Sebab faktanya merekalah yang terdampak langsung.

"Larena tidak bisa bekerja, atau aktivitas ekonominya berhenti seprerti pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), karena mayoritas terdampak imbauan bekerja dari rumah," ujar Tulus dalam keterangan resmi yang diterima rilis.id, di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Menurut dia, sejatinya yang sangat membutuhkan kompensasi dan dispensasi adalah kelompok konsumen perkotaan. Seharusnya tidak hanya kelompok 900 VA saja, tetapi juga kelompok konsumen 1300 VA.

"Yang juga secara ekonomi sangat terdampak. Apalagi banyak masyarakat perkotaan yang di PHK, atau potong gaji karena perusahaannya bankrut," kata Tulus.

Dan faktanya, lanjut Tulus, masyarakat perdesaan masih bisa bekerja seperti biasa, karena tidak terdampak secara langsung atas wabah Covid-19. Apalagi jika tidak termasuk zona merah.

Sebaliknya, yang tinggal diperkotaan, aktivitas ekonominya nyaris lumpuh, dikarenakan stop bekerja.

"Jadi penggratisan listrik yang berlaku secara nasional kurang tepat sasaran. Dan kelompok 1.300 VA dilanggar haknya," ungkapnya.

Dia menyebut, secata ideal kelompok 450 VA tidak gratis total, cukup diskon 50 persen saja sama dengan 900 VA. Sehingga sisanya 50 persen lagi bisa untuk mengcover/mendiskon golongan 1.300 VA, khususnya yang tinggal diperkotaan.

"Oleh karena itu, YLKI meminta pemerintah untuk merevisi kebijakan tersebut, dengan memberikan kompensasi/diskon pengguna listrik 1.300 VA yang tinggal diperkotaan, yang terdampak langsung oleh wabah Covid-19,"ujar Tulus.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menggratiskan tarif listrik untuk pelanggan 450 VA (Volt Ampere) selama April, Mei, dan Juni 2020 sebagai stimulus untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat, di tengah pandemi virus corona jenis baru atau COVID-19.

“Tarif listrik untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan selama tiga bulan ke depan,” kara Presiden Jokowi.

Selain itu Kepala Negara juga memutuskan memangkas tarif listrik sebesar 50 persen untuk pelanggan 900 VA.

“Sedangkan untuk pelanggan 900 VA yang jumlahnya sekitar tujuh juta pelanggan akan didiskon 50 persen artinya bayar separuh saja untuk April, Mei, dan Juni,” ujar Presiden Jokowi.

Pembebasan biaya listrik ini merupakan salah satu dari enam kebijakan bantuan pemerintah bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi di segmen bawah, menyusul tekanan akibat pandemi COVID-19.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID