logo rilis
Pemerintah Cina Ungkap Gaji Tenaga Kerjanya di RI, Tertinggi Capai Rp400-an Juta
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
03 Juni 2020, 11:00 WIB
Pemerintah Cina Ungkap Gaji Tenaga Kerjanya di RI, Tertinggi Capai Rp400-an Juta
Ilustrasi kedatangan TKA. FOTO: Antara

RILIS.ID, Jakarta— Minister Counselor Kedutaan Besar Cina di Indonesia, Wang Liping, mengungkapkan besaran gaji yang diterima oleh tenaga kerjanya yang bekerja di Indonesia. 

Menurut Wang, seorang pekerja terampil Cina rata-rata digaji sebesar US$ 30 ribu atau setara sekitar Rp434 juta per tahun. Namun, besaran gaji itu di luar biaya penerbangan internasional dan akomodasi yang wajib ditanggung oleh perusahaan. 

"Sementara seorang pekerja lokal Indonesia dibayar 10 persen dari total biaya pekerja Tiongkok," kata Wang dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020). 

Dia menjelaskan, para TKA Cina di Indonesia itu bekerja di berbagai bidang, di antaranya pertambangan, listrik, manufaktur, taman industri, pertanian, ekonomi digital, asuransi dan keuangan. Adapun lokasi kerja juga bervariasi mulai dari Sulawesi, Kalimantan, hingga Jawa Barat.

Sebelum datang ke Indonesia, kata Wang, para TKA asal negaranya itu sudah menyerahkan semua dokumen sesuai dengan persyaratan Kementerian Ketenagakerjaan dan Ditjen Imigrasi, seperti sertifikat pendidikan, sertifikat keterampilan dan kualifikasi lainnya. Selain itu juga sudah mendapatkan persetujuan yang diperlukan.

Wang menyebut, setiap pekerja asal Cina di Indonesia saat ini setidaknya bisa menciptakan tiga lapangan kerja untuk masyarakat lokal Indonesia.

"Contohnya, proporsi pekerja Tiongkok terhadap pekerja Indonesia di Taman Industri IMIP adalah 1 banding 10, JD.id adalah 1 banding 70, dan Taman Industri Julong adalah 1 banding 150," jelas Wang. 

Wang mengaku, Indonesia memang tidak mampu menyediakan cukup tenaga teknis dan pekerja terampil untuk beberapa proyek yang diinvestasikan oleh pelaku usaha Cina. Sehingga, mereka pun harus menggunakan pekerja Cina meskipun dengan buaya tinggi.

Meski begitu, kata dia, perusahaan-perusahaan Cina telah merumuskan rencana lokalisasi dengan lebih banyak mempekerjakan pekerja lokal demi menurunkan biaya. Contohnya, dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang secara bertahap akan beralih ke manajemen lokalisasi.

"HUAWEI sedang melakukan pelatihan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) pekerja lokal. Dan sampai sekarang pekerja Indonesia yang menerima pelatihan tersebut telah melebihi 7 ribu orang," ungkap Wang.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID