Pastikan Progres Penanganan Dugaan Korupsi di PT KBN, KBNU Jakut Akan Datangi KPK Lagi - RILIS.ID
Pastikan Progres Penanganan Dugaan Korupsi di PT KBN, KBNU Jakut Akan Datangi KPK Lagi
Zulhamdi Yahmin
Senin | 02/09/2019 14.00 WIB
Pastikan Progres Penanganan Dugaan Korupsi di PT KBN, KBNU Jakut Akan Datangi KPK Lagi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta – Koordinator Keluarga Besar Nahdatul Ulama (KBNU) Jakarta Utara, Wahyudin, memastikan akan kembali mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menanyakan kelanjutan terkait kasus dugaan korupsi di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). 

Dia menyebut, ada 20 kasus dugaan korupsi di KBN yang sudah dilaporkan KBNU ke KPK. Dugaan korupsi itu, kata dia, diduga melibatkan Direktur Utama KBN, Sattar Taba.

"Kita akan ke sana (KPK) lagi. Kita kajian dulu dengan tim terkait teknisnya seperti apa," ujar Wahyuddin saat dihubungi wartawan, Minggu (1/9/2019).

Dia mengaku geram dengan KPK lantaran laporannya belum didalami. Padahal, menurutnya, sejumlah bukti dugaan korupsi di KBN sudah diserahkan ke KPK. 

"Kami sudah menyampaikan laporan dengan bukti-bukti awal. KPK tinggal memverifikasi dan memanggil Sattar Taba," ungkap Wahyudin.

Wahyudin menilai, kasus itu sudah cukup lama dan telah menjadi sorotan publik. Bahkan, menurutnya selain KBNU Jakarta Utara juga ada F-MAKI (Front Masyarakat Anti Korupsi) yang lebih dulu melaporkan kasus dugaan korupsi tersebut. 

Wahyudian menduga ada kekuatan politik yang menghalang-halangi kasus ini agar diendapkan.

"Tapi kami tidak akan membiarkan kasus ini mengendap. KBNU akan datang lagi KPK. Tolong KPK serius karena hal-hal seperti itu merugikan (keuangan negara)," tegasnya. 

Sementara itu, peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, meminta KPK progresif dan profesional menangani sejumlah kasus termasuk dugaan korupsi yang terjadi di KBN. 

Menurut Lucius, banyak catatan yang harus dibenahi KPK, meski lembaga antirasuah itu sudah menjalankan tugasnya secara profesional untuk menuntaskan sejumlah dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat.

"Sejauh ini banyak catatatan KPK seperti yang disampaikan oleh DPR. Itu yang harus dibenahi," kata Lucius.

Lucius sendiri merasa pesimis akan masa depan pemberantasan korupsi dengan melihat dari seleksi capim KPK. Disebutkan, dari komposisi Capim KPK yang sudah dinyatakan lulus, Capim KPK tersebut menurut Lucius tidak memiliki integritas yang cukup.

"Makanya kita minta seleksi KPK ini tidak dilakukan main-main karena kita inginkan banyak kasus yang dibongkar KPK. Tapi kalau KPK sejak awal bermasalah apa harapan kita lagi ke depannya," ujarnya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID