Panen Perdana Proliga, Paket Teknologi yang Tingkatkan Produksi Dua Kali Lipat - RILIS.ID
Panen Perdana Proliga, Paket Teknologi yang Tingkatkan Produksi Dua Kali Lipat
Elvi R
Sabtu | 14/12/2019 17.38 WIB
Panen Perdana Proliga, Paket Teknologi yang Tingkatkan Produksi Dua Kali Lipat
Cabai proliga. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) panen perdana hasil diseminasi inovasi teknologi peningkatan produksi cabai, Jumat (6/12/2019) di Kampung Pasir Muncang, Dusun Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Sukabumi. Paket teknologi yang diterapkan yakni Proliga.

Panen dilaksanakan di lahan seluas satu hektar oleh Kepala Balitbangtan yang diwakili Plt. Sekretaris Balitbangtan Hardiyanto didampingi Asda II Bidang Perekonomian Kabupaten Sukabumi Ahkmad Riyadi dan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sri Inayati dan undangan lainnya.

Produksi Lipat Ganda (Proliga) cabai merah  yang digagas oleh Balitbangtan merupakan salah satu program untuk meningkatkan hasil panen, menjaga pasokan cabai sepanjang tahun. Sehingga dapat membantu mengurangi fluktuasi harga.

Proliga merupakan paket teknologi untuk melipatgandakan produksi cabai baik saat on season maupun off season (diluar musim). Penerapan rakitan teknologi tersebut menghasilkan produktivitas cabai merah sebesar >20 ton per hektare, lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata produktivitas nasional yang hanya 7,49-8,73 ton per hektare.

Masalah utama cabai adalah fluktuasi produksi sepanjang tahun yang seringkali menyebabkan harga cabai melambung tinggi yang menyebabkan terjadinya inflasi. Pada umumnya petani cabai memilih musim tanam pada musim penghujan karena ketersediaan air relative lebih terjamin.

Hal ini tercermin juga pada pola produksi cabai di Indonesia yang tetap sepanjang tahun. Di mana luas tanam tertinggi terjadi pada musim penghujan dan luas tanam terendah terjadi pada musim kemarau. Sedangkan permintaannya relative tetap yaitu sebanyak 720 ribu– 840 ribu ton per tahun.

Secara umum perkembangan luas panen cabai di Indonesia pada periode 1980 – 2015 berfluktuatif. Namun cenderung meningkat dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 4,27 persen. Sejalan dengan perkembangan luas panen, produksi cabai berfluktuatif cenderung meningkat.

Namun demikian, produktivitas rata – rata cabai masih di bawah 10,2 ton per hektare. Padahal potensi hasil di atas 20 ton per hektare. Rendahnya produksi cabai bukan saja disebabkan oleh perkembangan luas panen tetapi juga oleh rendahnya produktivitas. 

Oleh karena itu perlu diadakan upaya peningkatan produksi cabai dengan memperhatikan dan mengusahakan teknik budidaya yang benar agar mendapat hasil optimum dan mutu yang baik.

Untuk mendapatkan output proliga (lebih dari 20 ton per hektare), sinergi antar komponen teknologi merupakan hal yang sangat penting. Ada lima komponen teknologi pengungkit utama cabai yang perlu diperhatikan. Pertama yaitu penggunaan varietas unggul.

Kedua adalah pesemaian sehat, lalu peningkatan populasi tanaman, pengelolaan tanah, hara dan air  serta komponen ke lima yaitu penerapan PHT. Paket teknologi tersebut telah diuji cobakan di beberapa lokasi dan beberapa varietas cabai.

Hasil uji coba menunjukkan, paket teknologi Proliga mampu menghasilkan produktivitas sebesar 15,81 ton per hektare – 22,78 ton per hektare, dengan keuntungan yang diperoleh Rp120.696.305,- Rp286.076.305,- atau Rp15.087.038,- per bulan – Rp.35.759.538,- per bulan.

Berdasarkan hasil Demplot di beberapa lokasi tersebut, Proliga yakin untuk direkomendasikan kepada petani cabai di seluruh Indonesia. Khususnya, dalam rangka mendukung program Kementan yaitu meningkatkan stabilitas pasokan cabai yang cukup sepanjang tahun dengan mutu yang baik sehingga dapat menekan gejolak pasokan dan harga, serta mendukung swasembada. 

Sumber Ind/Balitbangtan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID