logo rilis
Panca Kelola RAMLI di Tengah Pandemi COVID-19
Kontributor
Elvi R
06 April 2020, 13:30 WIB
Panca Kelola RAMLI di Tengah Pandemi COVID-19
Panca Kelola RAMLI di Tengah Pandemi COVID-19. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Partisipasi dan dukungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dalam menjaga kesediaan pangan ditengah pandemi COVID-19, diwujudkan melalui pendampingan di dua demplot Panca Kelola ramah Lingkungan (RAMLI) yang berada di desa Wotan Kec. Sukolilo, Kabupaten Pati. Bagaimanapun kegiatan pertanian harus berjalan normal untuk penyediaan pangan. Hal tersebut sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar semua pihak menjalin kerja sama dan sinergi menjaga pangan terutama menghadapi pandemi corona dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dari hamparan pertanaman padi seluas 2.057 hektare di Desa Wotan Kec. Sukolilo yang telah siap panren sekitar 1.351 hektare. Sebagian luasan tersebut telah mendapatkan pendampingan dari Tim Diseminasi Balingtan melalui dua demplot teknologi Panca Kelola RAMLI yang bekerja sama dengan petani kooperatif di desa Wotan Sukolilo. Teknologi Panca Kelola RAMLI antara lain dengan penggunaan varietas unggul, aplikasi biokompos, aplikasi biopestisida, aplikasi urea berlapis biochar dan pengaturan air serta penanaman dengan sistem tanam jajar legowo 2:1. Sedangkan varietas unggul yang ditanam oleh para petani kooperataif tersebut adalah Inpari 45 dan Inpari 32.

Meski mendapat himbauan untuk bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH), Tim Diseminasi Balingtan tetap semangat mendampingi petani kooperator saat melakukan panen. Saat dimintai keterangan oleh Tim Diseminasi Balingtan Kuntari sebagai salah satu petani kooperatif menjelaskan bahwa dirinya mampu memanen 6,6 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP) untuk panen musim tanam ini. Lebih lanjut dijelaskan bahwa penggunaan mesin panen (combine harvester) dapat menghemat waktu, tenaga, serta biaya. Selain itu, penggunaan sistem tanam jajar legowo 2:1 pada lahan miliknya dapat memberikan hasil lebih besar dibandingkan dengan sistem tanam biasa pada musim tanam sebelumnya.

“Produksi padi menggunakan sistem tanam jajar legowo lebih besar dibanding tanam dengan jarak tanam pada umumnya”, ujar Kuntari.

Teknologi Balitbangtan, hadir untuk mempermudah kegiatan pertanian. Dengan menghemat tenaga dan waktu, kegiatan di luar rumah lebih efisien dan tidak terlau melibatkan banyak orang sehingga sesuai dengan himbauan pemerintah untuk tetap dirumah saja dan jagajarak. 

Beberapa truk pengangkut combine harvester berlalu lalang disusul mobil truck yang mengangkut ratusan karung berisi gabah kering padi. Aktivitas seperti ini berjalan normal seakan menampik kekhawatiran masyarakat mengenai penyebaran pandemi COVID-19 atau yang biasa disebut virus corona. “Betul, perangkat Desa juga sudah menghimbau kami (para petani) untuk menjaga jarak saat bekerja, menghindari kerumunan dan tetap berada di rumah jika tidak ada agenda penting”,  ujar Ashari, salah seorang petani.

Sumber: Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID