Panaskan Suasana, Kahmi Sayangkan Puisi 'Ibu Bangsa' Sukmawati - RILIS.ID
Panaskan Suasana, Kahmi Sayangkan Puisi 'Ibu Bangsa' Sukmawati
Elvi R
Rabu | 04/04/2018 18.19 WIB
Panaskan Suasana, Kahmi Sayangkan Puisi 'Ibu Bangsa' Sukmawati
Presidium Majelis Nasional Kahmi Ahmad Doli Kurnia. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta – Puisi Ibu Bangsa karya Sukmawati menuai banyak kritikan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI), Presidium Majelis Nasional Kahmi Ahmad Doli Kurnia menyayangkan sikap Rahmawati yang seakan memanaskan suasana ditengah upaya pendinginan pasca Pilkada DKI Jakarta.

"Kami sangat menyayangkan, di tengah-tengah pendinginan dan penciptaan suasana ke arah yang lebih kondusif serta pemulihan kembali situasi bangsa pasca pilkada DKI yang begitu sangat tinggi dinamikanya, tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba lahir puisi yang seolah mengundang kembali suasana pertentangan antara keislaman dan keindonesiaan," ungkap Ahmad Doli melalui siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Rabu (4/4/2019).

Menurutnya, sikap Sukmawati itu cukup berbahaya karena datang dari anggota keluarga Bapak Bangsa, yakni Soekarno.

"Bapak Bangsa ini yang ikut membidani lahirnya Indonesia, sangat kental pemahaman tentang kultur Indonesia yang agamis, berbudaya, dan beradab. Indonesia yang dilahirkan oleh Bung Karno dan founding father lainnya adalah Indonesia yang didasari oleh nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan kebersamaan yang saling menghargai dan menghormati keberagaman dan perbedaan," jelasnya.

Ahmad Doli menyebut, Kahmi dan Keluarga Besar HMI merupakan lembaga yang menjunjung tinggi nilai keislaman dan keindonesiaan tersebut. Kedua nilai tersebut disebutnya sebagai doktrin yang tidak terpisahkan dalam berkomitmen dan melakukan seluruh peran, kontribusi, serta aktivitasnya sebagai anak bangsa. 

"Dan kami akan selalu menjadi yang terdepan menjaga apabila ada kekuatan-kekuatan yang berupaya memisahkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan," tegas Ahmad Doli.

Dia pun mengatakan, nilai keislaman dan keindonesiaan harus berlaku untuk setiap aspek kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Seluruh pemikiran, ucapan, prilaku, tindak tanduk sebagai anak bangsa haruslah mencerminkan pengembangan kehidupan yang damai, harmonis, rukun, dan tenteram berbasis nilai-nilai religiusitas dan kebudayaan Indonesia. 

"Apa yang telah dilakukan oleh Ibu Sukmawati adalah sesuatu yang dapat menciderai kehidupan yang sejak awal dibangun oleh orang tuanya. Apa yang disampaikan oleh Ibu Sukmawati tidak ada hubungannya dengan pertentangan seni, budaya, dan politik. Apa yang disampaikan Ibu Sukmawati adalah sesuatu pemikiran yang justeru keliru, bertentangan, dan berbahaya bagi keindonesiaan?" tutur Ahmad Doli.

"Oleh karena itu, langkah bijak yang harus dilakukan oleh Ibu Sukmawati adalah introspeksi diri serta memohon maaf kepada rakyat Indonesia, sebagai ksatria dan negarawan seperti sang proklamator, ayahnya," imbuhnya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID