logo rilis
PAN: Wajar Presiden Marah, Menterinya Nggak Beres!
Kontributor
Nailin In Saroh
29 Juni 2020, 19:32 WIB
PAN: Wajar Presiden Marah, Menterinya Nggak Beres!
Presiden Joko Widodo. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Fraksi PAN RI Saleh Partaonan Daulay menanggapi pidato Presiden Joko Widodo yang beredar di media sosial. Ia berkesimpulan bahwa Presiden Jokowi sungguh-sungguh marah dan kecewa terhadap kinerja menteri di kabinetnya. 

Menurut penilaian presiden, kata Saleh, capaian-capaian para pembantunya ini belum ada yang memuaskan. Bahkan, jauh dibawah harapan, terlebih banyaknya PHK saat masa pandemi sekarang ini. 

“Implikasinya kan luas. Termasuk pada tingkat ekonomi masyarakat. Presiden juga khawatir betul dengan tingkat pengangguran yang semakin tinggi," ujar Saleh kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

Bagi presiden, lanjut Saleh, apa yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini sudah extraordinary alias kejadian luar biasa. Sayangnya menurut presiden, para menteri menganggapnya masih biasa-biasa saja. 

"Titik itu yang menyebabkan presiden kesal dan marah," tutur anggota Komisi IX DPR ini. 

Kendati demikian, Saleh menilai apa yang disampaikan presiden itu adalah benar. Sehingga sangat wajar dan tepat apabila presiden akhirnya marah. 

Apalagi, sambungnya, tugas presiden adalah mengevaluasi kinerja para pembantunya. Jika ada yang tidak memuaskan, maka presiden berhak memberikan teguran dan peringatan.

“Presiden sudah menyebut akan melakukan apapun. Termasuk akan melakukan reshuffle. Berarti presiden sudah merasakan ada yang tidak beres dalam kabinetnya," jelas legislator Sumatera Utara ini. 

Namun, Politisi PAN ini menekankan, persoalan evaluasi dan reshuffle adalah hak prerogatif presiden. Jika Jokowi menilai perlu melakukan perombakan kabinet maka bisa dilakukannya kapan saja dan tidak ada yang bisa menghalangi.

“Saya melihat bahwa fokus presiden adalah penyelamatan 267 juta warga negara. Dan itu disebut beberapa kali dalam pidato. Untuk itu, presiden rela melakukan banyak hal. Termasuk reshuflle dan mengeluarkan payung hukum yang diperlukan," pungkas Saleh. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID