OTT di Banjarmasin, KPK Tetapkan Ketua DPRD Kota dan Dirut PDAM Sebagai Tersangka - RILIS.ID
OTT di Banjarmasin, KPK Tetapkan Ketua DPRD Kota dan Dirut PDAM Sebagai Tersangka

Jumat | 15/09/2017 19.59 WIB
OTT di Banjarmasin, KPK Tetapkan Ketua DPRD Kota dan Dirut PDAM Sebagai Tersangka
Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Rusmali saat memasuki Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Iwan terkena

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Rusmali dan Wakil Ketuanya, Andi Effendi sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait persetujuan Raperda penyertaan modal.

Selain itu, KPK juga menetapkan tersangka kepada dua orang lainnya yaitu, Direktur Utama PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Muslih dan Manajer Keuangan, Trensis.

"Atas OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang dilakukan tadi, KPK meningkat status penanganan perkara tersebut kepenyidikan serta menetapkan 4 orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers, di Kantor KPK, Jumat (15/9/2017).

Dalam gelar perkara sebagai tindak lanjut dari pemeriksaan awal pascakegiatan OTT, lanjut Alex disimpulkan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji kepada anggota DPRD kota Banjarmasin terkait persetujuan Raperda penyertaan modal Pemerintah Kota Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih sebesar Rp50,5 milliar.

Lebih lanjut, Alex mengatakan, KPK dalam OTT tersebut mengamankan uang tunai senilai Rp48 juta sebagai barang bukti. 

"Uang tersebut diduga bagian dari uang Rp150 juta yang diterima Dirut PDAM dari pihak rekanan yang telah dibagi-bagikan kepada anggota DPRD kota Banjarmasin," imbuhnya

Sebagai pihak pemberi, Muslih dan Trensis, disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, Iwan Rusmali dan Andi Effendi sebagai pihak penerima, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 undang-undang nNomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Tags
#Ketua DPRD Banjarmasin
#Dirut PDAM Bandarmasih
#Ditetapkan Tersangka
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID