Oposisi 'Ngebet' Koalisi, PKS: Kalau di Luar Puasa, di Dalam Bisa Pesta - RILIS.ID
Oposisi 'Ngebet' Koalisi, PKS: Kalau di Luar Puasa, di Dalam Bisa Pesta
Nailin In Saroh
Minggu | 28/07/2019 15.15 WIB
Oposisi 'Ngebet' Koalisi, PKS: Kalau di Luar Puasa, di Dalam Bisa Pesta
Presiden PKS, Sohibul Iman.

RILIS.ID, Jakarta – Setelah Demokrat dan PAN, Gerindra disebut-sebut melunak ke koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Jika partai besutan Prabowo Subianto merapat ke pemerintah, artinya Oposisi hanya tinggal PKS.

Menanggapi ini, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyebut beberapa alasan partai politik memilih masuk daripada di luar pemerintahan. Menurutnya, ada partai yang memang sudah bosan menjadi oposisi, sehingga memiliki ambisi untuk mengambil porsi di dalam pemerintahan.

"Ada beberapa sebab kenapa elite-elite partai lebih memilih masuk dalam pemerintahan daripada diluar. Pertama, ada persepsi bahwa di luar berarti puasa, sementara di dalam bisa pesta," ujar Sohibul di Jakarta, Minggu (28/7/2019).

Kedua, lanjut dia, ada persepsi bahwa hukum sering menjadi alat kekuasaan sehingga berada di luar berarti akan selalu berurusan dengan kriminalisasi.

Ketiga, kata dia, ada persepsi bahwa berada di dalam berarti mendukung rekonsiliasi, sementara di luar berarti antirekonsiliasi.

Sementara keempat, ada gejala kuat menipisnya kesadaran etik (fatsun) tentang pentingnya komitmen koalisi, sehingga dengan mudahnya loncat. Dan lucunya, kata Sohibul, sikap itu dianggap negarawan.

"Kalau demikian, dimana makna politik sebagai ajang aktualisasi dan pengabdian bagi kemaslahatan publik? Bagaimana makna negara hukum akan kita tegakkan?" jelasnya.

Dia pun mempertanyakan letak check and balances dalam demokrasi apabila semua parpol berada dalam ruang lingkup yang sama.

"Mau dikemanakan etika dan moral bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kita," tukasnya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID