logo rilis
Omerta, Menguji Ketaatan
kontributor kontributor
Dadang Rhs
04 Oktober 2017, 10:16 WIB
Dewan Guru Institut Publik Inisiatif, Redaktur Senior RILIS.ID
Omerta, Menguji Ketaatan

"DALAM sakit dan sehat, dalam ketidakbahagiaan dan keputusasaan, Don Zeno tetap menjadi teman sejati bagi semua orang." Kata-kata pujian ini diungkapkan oleh seorang kardinal saat pemakaman Don Zeno. 

Seorang Don adalah orang berkedudukan tinggi. Capo de tutti capi. Bos semua bos. Orang yang teramat berkuasa. Seakan tak ada sejengkal tempat pun yang bisa lolos dari kekuasaan seorang Don.

Baca Juga

Orang terhormat. Kalangan atas. Elite. Kedudukan ini adalah tempat yang nun di sana. Bukan tempat orang-orang kebanyakan. 

Kedudukan ini membuat mereka seolah begitu mulia. Tak bercacat. Orang hebat tanpa cela. Kalaupun ada bisik-bisik tentang kelakuan kurang patut dari mereka, itu tak lebih dari berita bohong. Sekadar hoaks yang disebarkan oleh lawan-lawan mereka yang dengki. Hanya desas-desus. Sekadar kabar angin. Atau, paling jauh, kicauan para pengacau.

Lelucon, anekdot, meme yang menyindir bolehlah bertebaran di dunia maya. Tapi semua itu bagai suara tanpa bunyi. Tak akan bisa mengubah kedudukan orang-orang terhormat. Bahkan, mungkin, sindiran-sindiran ini membuat orang-orang terhormat ini bertambah cermat dan semakin kuat.

Mereka, kaum terhormat ini, akan mencatat untuk mengukur kekuatan barisannya. Menguji siapa yang taat, siapa yang berkhianat. Bagi kaum ini, kemuliaan mereka akan terjaga, jika dapat dengan pasti menghitung siapa kawan, dan siapa lawan. Mereka tak cocok dengan pelakon "abu-abu". Bagi mereka hanya ada dua pihak. 

Pengkhianatan merupakan sesuatu yang tabu, tak boleh didekati, bahkan haram. Mereka yang berkhianat akan mendapatkan hukuman yang melampaui batas yang bisa dibayangkan si pengkhianat. Dalam tradisi gerombolan kaum terhormat ini mereka mengenal hukum tutup mulut. Kesetiaan adalah kehormatan. Pengkhianatan adalah serendah-rendahnya martabat. Derajat dan pangkat sangat bergantung pada seberapa kuat seseorang merawat kesetiaan. Pengkhianatan adalah sesuatu yang dilaknat. Kesetiaan hanya tanpa syarat. 

Pada hukum tutup mulut inilah ketaatan dan ketakutan akan bersekutu. Pengikut tak sekadar harus sepaham, jika ia tak kuat, dengan sekejap dapat menjadi penjilat. Mereka akan taat dan rela menghindari pendapat yang berbeda demi meraih ponten dari sang Don. Agar tetap selamat, akal sehat akan segera dilipat dalam pat-gulipat. 

Kesaktian orang-orang terhormat ini memang tak terperi. Mereka bisa membolak-balikkan keadaan. Kekuasaan mereka melampaui akal sehat. Bahkan, terkadang, sakit mereka adalah siasat. 

"Ada orang-orang terhormat yang menghabiskan seumur hidup mereka untuk melakukan penipuan terbesar seumur hidup." Kalimat ini disampaikan oleh Pryor. Ia adalah satu di antara tokoh rekaan Mario Puzo dalam "Omerta".

Alhasil, kisah ini hanya rekaan. Kalaupun ada kemiripan, dalam beberapa hal, kisah ini hanya ada di belahan dunia sana. Di sini, di negeri, kisah ini tak terbayangkan.


#Don
#Capo de tutti capi
#Elite politik
#Elite
#Mafia
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID