logo rilis
Nilai Pemerintah Gamang Putus COVID-19, DPR Minta Maayarakat Jaga Diri Masing-masing
Kontributor

13 Mei 2020, 17:30 WIB
Nilai Pemerintah Gamang Putus COVID-19, DPR Minta Maayarakat Jaga Diri Masing-masing
Ketua Komisi VIII DPR Fraksi PAN, Yandri Susanto. Ilustrasi: RILIS.ID/Dendi S.

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menilai pemerintah kebingungan alias gamang dalam upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Terlihat dari kebijakan pemerintah yang sudah mulai melonggarkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ditengah jumlah pasien yang belum menurun signifikan. 

“Pemerintah gamang, di satu sisi seolah-olah ingin dikatakan kuat untuk memutus rantai migrasi corona. Tapi di sisi lain, tidak ada kesanggupan atau kemampuan untuk menangani PSBB,” ujar Yandri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/5/2020).

Menurut Yandri, pemerintah seharusnya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat terdampak wabah asal Wuhan, Cina itu. Sebab banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan atas pemberlakuan PSBB. Namun, langkah pemerintah saat ini justru membuat semua pihak bingung. 

“Pemerintah di persimpangan jalan, memutuskan mata rantai corona atau ekonomi. Ini yang saya khawatir, corona tidak habis, ekonomi ambruk karena tidak sanggup lagi APBN kita jebol kan, defisit kita sudah di atas tiga persen,” terang politisi PAN itu.

Karenanya, Ketua Fraksi PAN itu meminta agar masyarakat tidak berharap banyak ke pemerintah dalam memutus mata rantai COVID-19 di dalam negeri. Sebab kata dia, akan sulit jika mengharapkan bantuan dari penguasa.  

"Rapid test tidak terlalu jalan, pola WHO tidak ketat, yang mawas diri ya individu untuk tetap menjaga diri supaya tidak terkena COVID-19. Sekarang kunci (nya) ada di masyarakat, kalau misalnya mau keluar rumah. Kewaspadaan harus dibangun dari individu masing-masing,” pungkas Yandri. 

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID