logo rilis
'New Normal' Diyakini Kembali Gerakkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi
Kontributor
Nailin In Saroh
03 Juni 2020, 22:00 WIB
 'New Normal' Diyakini Kembali Gerakkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Era normal baru atau new normal di masa pandemi COVID-19 diyakini akan kembali menggerakkan perekonomian Indonesia. 

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, menilai melalui new normal akan ada reaktivasi perekonomian. Dia pun mengaku sudah melihat tanda-tanda positif dari fase new normal yang masih dalam tahap persiapan.

“Era new normal sudah disambut baik dengan menguatnya rupiah di mata dunia dan sentimen investasi yang terus tumbuh pada IHSG,” ujar Misbakhun dalam keterangannya kepada wartawan,  Rabu (3/6/2020).

Apalagi, lanjutnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA belum lama ini telah merilis hasil jajak pendapat tentang 158 wilayah yang bisa kembali melakukan aktivitas kerja pada masa pandemi COVID-19. DKI Jakarta yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun diyakini sebagai daerah yang bisa melakukan aktivitas kembali.

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu menjelaskan, pemerintah mulai mensosialisasikan kebijakan new normal karena pandemi COVID-19 diperkirakan akan berlangsung lama. Di sisi lain, kata dia, kehidupan perekonomian masyarakat tidak boleh dibiarkan terlalu lama terhambat.

Mantan influencer bidang perekonomian Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 itu lantas menyodorkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I (Q1) 2020 yang hanya mencapai 2,97 persen. Menurutnya, capaian itu jauh dari target kuartal I 2020 yang diharapkan mencapai kisaran 4,5 hingga 4,6 persen.

Misbakhun mengatakan, selama Q1 2020, pertumbuhan konsumsi hanya 2,84 persen, padahal biasanya masih di kisaran 5 persen. Yang patut dicatat adalah konsumsi berkontribusi sekitar hampir 57 persen pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Karena itulah new normal diharapkan dapat memulihkan kembali perekonomian Indonesia dari pandemi COVID-19. Dengan kembalinya aktivitas masyarakat maka penerapan pola kehidupan new normal ini akan menjadi kunci kebangkitan ekonomi Indonesia,” terang politisi Golkar itu. 

Kendati demikian, Misbakhun menegaskan bahwa era new normal bukan usaha kerja pemerintah semata. Sebab menurutnya, kebijakan itu membutuhkan kerja sama dari kalangan swasta dan seluruh elemen masyarakat.

“Potensi penguatan ekonomi tersebut harus juga disertai dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersiap menghadapi new normal secara bersama-sama,” tukasnya. 

 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID