Nelayan Bengkulu Tuntut Pemerintah Legalkan Trawl - RILIS.ID
Nelayan Bengkulu Tuntut Pemerintah Legalkan Trawl

Senin | 26/03/2018 13.38 WIB
 Nelayan Bengkulu Tuntut Pemerintah Legalkan Trawl
Demo nelayan di bengkulu. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Bengkulu – Ratusan nelayan berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Jalan Pembangunan, Kota Bengkulu, menuntut pemerintah memperpanjang waktu penggunaan alat tangkap pukat harimau atau trawl yang selama ini mereka gunakan.

"Kami minta pemerintah melegalkan trawl sebelum ada alat tangkap lain yang bisa kami gunakan," kata Ahmad Supriono, perwakilan nelayan saat menyampaikan aspirasi nelayan di Bengkulu itu, Senin (26/3/2018).

Ia mengatakan, nelayan terpaksa menganggur karena alat tangkap yang mereka miliki dilarang penggunaannya.

Menurutnya, Pemerintah daerah dan pusat, juga sudah memfasilitasi penggantian alat tangkap trawl dengan membawa perwakilan nelayan tersebut ke Jakarta.

"Tapi alat tangkap yang tersedia di Kementerian Kelautan dan Perikanan itu tidak sesuai dengan kondisi di perairan Bengkulu," kata Ahmad Supriono.

Perwakilan nelayan itu diterima Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Novian Andusti bersama Kapolda, Danlanal dan Danrem yang menggelar pertemuan tertutup.

Saat perwakilan nelayan bertemu dengan pejabat daerah tersebut, peserta demo secara tertib dan berangsur-angsur membubarkan diri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal mengatakan, penggunaan trawl jelas bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

"Tidak ada lagi toleransi terhadap trawl dan pemerintah sudah tegas melarang penggunaan trawl," kata Ivan.

Para nelayan pengguna trawl di Provinsi Bengkulu, menurut dia, berkisar 300 kapal, sedangkan nelayan tradisional yang terimbas dirugikan karena trawl mencapai puluhan ribu kepala keluarga.

Karena itu, pemerintah daerah dan pusat sudah memfasilitasi pengguna trawl, untuk beralih alat tangkap yang ramah lingkungan demi keberlanjutan sumber daya perikanan.

Sumber ANTARA


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID