Merasa Ditegur Jokowi, Kadin Desak Seluruh Dubes RI Dorong Ekspor - RILIS.ID
Merasa Ditegur Jokowi, Kadin Desak Seluruh Dubes RI Dorong Ekspor
Ainul Ghurri
Senin | 05/03/2018 14.31 WIB
Merasa Ditegur Jokowi, Kadin Desak Seluruh Dubes RI Dorong Ekspor
FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Benny Soetrisno, merekomendasikan para Duta Besar (Dubes) Indonesia di dunia untuk menggenjot pertumbuhan ekspor Indonesia. Hal ini karena, ekspor Indonesia mengalami penurunan sepanjang 2017 dan pihaknya merasa mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Para Dubes RI itu, kita bekali dengan kepentingan ekspor Tanah Air. Jadi, Dubes tidak hanya sekedar diplomasi politik, tapi juga diplomasi dagang, terutama di bidang ekspor dan investasi," katanya di Gedung Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Benny menambahkan, Kadin bersama pihak Dubes akan menawarkan pelaku usaha kesempatan masuk (ekspor) ke berbagai negara. Sebagi permulaan, Kadin akan membuka peluang ekspor ke Swiss dan Sudan. Menurutnya, yang menjadi kendala saat ini karena bea masuk di negara tujuan cukup tinggi. 

"Kebetulan yang ada dari Swiss dan dari Sudan," imbuhnya sambil menimbang kemampuan cost insurance and freight (CIF) dan port atau pelabuhannya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah agar berupaya meniadakan hambatan tarif (non tarif barier/penghalang) dan menurunkan bariernya di negara masing-masing, agar kegiatan ekspor Indonesia bisa berjalan dengan baik dan meningkatkan nilai ekspor.

"Nah, itu nanti tugas Pak Dubes melakukan lobi-lobi di sana, di tempat posnya masing-masing," tegasnya.

Sementara, tugas Kadin membuat harga ekspor lebih kompetitif dan meminta support dari negara yang dituju. Selain itu, Kadin menargetkan, pertumbuhan ekspor 2018 mencapai 15 persen didukung ekspor manufaktur berbahan baku agro. 

Lebih lanjut, untuk mendongkrak angka tersebut, pihaknya akan menyasar pasar-pasar yang sudah dan belum digarap oleh Kadin.

"Kalau dari Kadin sih kira-kira angka (pertumbuhan ekspor) kurang lebih 15 persen. Kita masih (didukung) sektor manufaktur dari bahan baku agro sepanjang matahari ada, agro itu akan tumbuh. Tinggal diinvestasikan dalam bentuk barang-barang, sehingga ada nilai tambahnya. Soal daya saing ekspor, kita masih mengekspor kira-kira 2,0 persen dari pasar dunia. Jadi ruang pengembangan ekspor (room to grow) masih besar," terangnya.

Sebagai informasi, pada 2017 pertumbuhan ekspor Indonesia tercatat 9,09 persen. Angka tersebut tumbuh signifikan dari capaian tahun sebelumnya yakni, turun atau defisit 1,57 persen. Kinerja ekspor 2017 sebagian besar didukung pertumbuhan ekspor non migas.

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID