Menteri Amran: Masa Depan Pertanian Ada di Papua Barat - RILIS.ID
Menteri Amran: Masa Depan Pertanian Ada di Papua Barat

Selasa | 20/06/2017 14.35 WIB
Menteri Amran: Masa Depan Pertanian Ada di Papua Barat
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja ke Desa Malawili, Aimas, Sorong, Papua Barat, Selasa

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berkeyakinan Papua Barat, merupakan salah satu lumbung pertanian Indonesia di masa depan. 

"Masa depan Indonesia di sektor pertanian ada di Timur. Salah satunya Papua Barat, khususnya di Sorong," ujarnya saat kunjungan kerja ke Desa Malawili, Aimas, Sorong, Papua Barat, Selasa (20/6/2017).

Di hadapan para hadirin yang berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong, personel TNI dan Polri serta para petani setempat, Menteri Amran menambahkan, kehadirannya ke Papua Barat merupakan romantisme.

"Kami datang ke sini sebagai saudara bapak ibu. Kami anggap sebagai tuan rumah, karena banyak saudara di sini. Sejak kecil, merantau ke Papua Barat. Jadi, pulang kampung," ungkap peraih Penghargaan FKPTPI Award 2011 itu.

Kehadiran Menteri Amran ke Papua Barat, selain memenuhi keinginan petani setempat di sektor pertanian dan peternakan, juga ingin memaksimalkan potensi yang ada, baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM).

"Datang untuk bangunkan lahan tidur dan manusia tidur. Kalau kedua-duanya bangun, negara bangkit, negara kuat, penduduk sejahtera," yakinnya.

"Tuh, sapinya lihat kita, 'bangunkan aku'," sambung peraih gelar Doktor Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, sembari menunjuk ke arah sapi yang sedang duduk di lahan kosong di sekitar lokasi pertemuan.

Akibat potensi yang ada tidak dimanfaatkan dengan maksimal, ungkap Menteri Amran, Indonesia menjadi negara yang tertinggal di sektor agraria dibanding negara-negara lain.

"Mereka hanya enam bulan matahari bersinar, tapi bisa ekspor. Kenapa? Karena rajin. Apa sih susahnya tanam? Yang saya heran, burung terbang disuruh tanam cabai. Gitu malasnya kita semua," ucapnya.

Karenanya, para petani diharapkan memaksimalkan potensi diri dan alam yang ada. Setidak-tidaknya rajin menanam, termasuk di lahan-lahan menganggur.

Menteri Amran pun mengingatkan, bahwa taipan yang ada di Indonesia mayoritas karena bisnisnya bergantung dari hasil pertanian.

"Sawit (dikuasai, red) Sinarmas, gula (oleh, red) Indofood. Nah, di sini penduduknya 800 ribu, lahannya luas, seharusnya bisa. Jakarta saja satu meter (harganya, red) Rp50 juta," pungkasnya.


Tags
#Amran Sulaiman
#Kementerian Pertanian
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID