Menko Polhukam: Tidak Mungkin Mengubah Sejarah Sekehendak Kita - RILIS.ID
Menko Polhukam: Tidak Mungkin Mengubah Sejarah Sekehendak Kita

Minggu | 24/09/2017 21.11 WIB
Menko Polhukam: Tidak Mungkin Mengubah Sejarah Sekehendak Kita
Menko Polhukam Wiranto (kanan). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Koordinator Politik dan Hukum, Wiiranto menyatakan setiap menjelang pilkada dan juga pemilu isu politik semakin memanas. Termasuk isu pemutaran film G30S/PKI yang menjadi perbincangan dalam dua pekan terakhir.

"Keadaan itu sudah berlaku sejak dahulu dan menjadi bagian dari pasang surutnya suhu politik dalam alam demokrasi," kata Wiranto dalam jumpa pers menyikapi isu mutakhir di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Minggu (24/9/2017).

Mengenai pemutaran kembali Film Penghianatan G30S/PKI dan ajakan untuk 
nonton bareng bagi beberapa institusi, kata Wiranto, merupakan hal yang tidak perlu diperdebatkan. 

"Peristiwa 30 September 1965 adalah peristiwa sejarah kelam bangsa Indonesia," ujar Wirano.

Sebenarnya,  menurut Wiranto, masih banyak peristiwa serupa yang dialami bangsa Indonesia seperti pemberontakan DI/TII, Pemberontakan PRRI/Permesta dan peristiwa Malari di tahun 1974.

"Semua itu adalah rangkaian fakta sejarah yang sudah berlalu. Kita tidak mungkin memutar kembali jarum jam dan mengubah fakta sejarah sekehendak kita,"  ujarnya.

Sejarah tersebut, lanjut Wiranto, merupakan perjalanan bangsa yang dapat dijadikan referensi bangsa untuk menatap ke masa depan. Menonton film sejarah memang perlu bagi generasi berikutnya untuk memahami sejarah kebangsaan Indonesia secara utuh. 

"Kita tak perlu malu, marah atau kesal menonton film sejarah. Ajakan atau anjuran menonton tak perlu dipolemikkan apalagi sampai membuat bangsa ini bertengkar dan berselisih," katanya.

"Anjuran Presiden untuk mempelajari sejarah kebangsaan dengan menyesuaikan cara penyajian agar mudah dipahami oleh generasi milenial merupakan kebijakan yang rasional," tambahnya.


Tags
#polhukam
#wiranto
#g30s/pki
#film pengkhianatan g30s/pki
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID