Mengintip Peluang Yenny Wahid di Pilpres 2019 - RILIS.ID
Mengintip Peluang Yenny Wahid di Pilpres 2019

Kamis | 01/02/2018 13.07 WIB
Mengintip Peluang Yenny Wahid di Pilpres 2019
Yenny Wahid. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta – Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai, peluang Yenny Wahid diusung sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) jauh dari harapan. 

Menurutnya, Yenny tidak punya modal politik memadai untuk bertarung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

"Kan harus dilihat popularitas dan elektabilitasnya. Apakah YW (Yenny Wahid) popularitas dan elektabilitasnya lebih tinggi dari Cawapres lain seperti AHY (Agus Harimurti Yudhyono), Gatot Nurmantyo, Cak Imin (Muhaimin Iskandar). Peluangnya kecil. Karena dia tidak punya partai," kata Ujang kepada rilis.id, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Dibanding tokoh lainnya, Yenny tidak punya kekuatan politik lantaran tidak punya partai. Sementara itu, figur seperti Cak Imin sebagai ketua partai lebih menjual ketimbang Yenny.

"Figur Cak Imin lebih menjual karena dia Ketum (Ketua Umum) PKB. Terlepas apakah dia tersangkut kasus atau tidak," ungkapnya.

Wenny Wahid Cawapres Jokowi atau Prabowo?
Ia mengatakan, dalam dunia politik tidak menutup kemungkinan figur muda Nahdlatul Ulama (NU) seperti Yenny Wahid bakal digandeng baik Prabowo Subianto maupun Joko Widodo. Sebab, anak pertama Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid itu memiliki kapasitas untuk memimpin negeri ini.

"Tergantung dinamika politik yang terjadi menjelang Pilpres nanti. Yenny Wahid sama-sama memiliki keunggulan dan kelemahan. Bisa saja Jokowi atau Prabowo menggandeng salah satu dari keduanya," paparnya.

Sementara, Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio, menilai, Direktur Wahid Foundation itu lebih tepat mendampingi Jokowi di Pilpres. Menurutnya, Yenny dianggap menutupi kekurangan dan kelemahan Jokowi.

"Kalau sekarang bagus di Jokowi. Karena mendekatkan Jokowi dan Islam dan juga keberpihakan perempuan. Menurut saya keduanya cocok," katanya. 
 

Editor Sukma Alam


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID