logo rilis
'Megap-megap', Sri Mulyani Sebut Empat Sektor Ini Paling Tertekan Akibat COVID-19
Kontributor
Elvi R
01 April 2020, 18:30 WIB
'Megap-megap', Sri Mulyani Sebut Empat Sektor Ini Paling Tertekan Akibat COVID-19
Jakarta sepi akibat wabah COVID-19. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan ada empat sektor yang paling tertekan akibat  wabah virus corona atau COVID-19. Keempatnya adalah rumah tangga, UMKM, korporasi, dan sektor keuangan.

“Pihak yang terkena dampak ini adalah sektor rumah tangga yang kami perkirakan akan mengalami penurunan cukup besar dari sisi konsumsi,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Sri Mulyani mengatakan sektor rumah tangga akan mengalami tekanan dari sisi konsumsi karena masyarakat sudah tidak beraktivitas di luar rumah sehingga daya beli pun menurun.

Tak hanya itu, sektor rumah tangga juga terancam kehilangan pendapatan karena tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan dasarnya terutama bagi keluarga miskin dan rentan di sektor informal.

Sedangkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), lanjutnya, mengalami tekanan akibat tidak dapat melakukan kegiatan usaha. Sehingga kemampuan untuk memenuhi kewajiban kredit terganggu.

Oleh sebab itu, ia menuturkan Non Performing Loan (NPL) perbankan untuk UMKM turut berpotensi meningkat signifikan sehingga berpotensi semakin memperburuk kondisi perekonomian.

“Sektor UMKM juga terpukul yang biasanya selama ini menjadi safety net sekarang akan mengalami pukulan yang sangat besar karena ada restriksi kegiatan ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, kemampuan UMKM ketika terjadi krisis pada 1997 hingga 1998 sangat berbeda dengan saat ini. Karena, sektor UMKM waktu itu masih mampu bertahan untuk menghadapi kondisi.

“Tahun 1997 sampai 1998 UMKM justru masih resilience tapi dalam COVID-19 ini justru terpukul paling depan karena tidak ada kegiatan masyarakat,” kata Sri Mulyani.

Sementara itu pada sektor korporasi yang akan paling terganggu aktivitas ekonominya adalah manufaktur, perdagangan, transportasi, serta akomodasi seperti perhotelan dan restoran.

Dia menyebut, gangguan aktivitas sektor korporasi yang disebabkan  tekanan wabah COVID-19 akan menyebabkan penurunan pada kinerja bisnis. Bahkan terjadi pemutusan hubungan kerja hingga ancaman kebangkrutan.

“Sektor korporasi yang kami perkirakan akan mengalami tekanan yang tadinya dari supply chain kemudian masuk pada perdagangan dan tentu dari sisi aktivitas masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, Sri Mulyani mengatakan sektor keuangan juga mengalami tekanan akibat pandemi ini yaitu perbankan dan perusahaan pembiayaan berpotensi mengalami persoalan likuiditas dan insolvency.

“Kami melihat potensi persoalan likuiditas akan bisa memunculkan ancaman di sektor ini. Ditambah dengan volatilitas pasar keuangan dan'Megap-megap', Sri Mulyani Sebut Empat Sektor Ini Paling Tertekan Akibat COVID-19yang menyebabkan tekanan makin besar,” pungkas Sri Mulyani.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID