logo rilis
Manfaatkan Teknologi Drone untuk Tingkatkan Kualitas Produksi Padi dan Jagung
Kontributor
Rilis
16 Februari 2021, 16:13 WIB
Manfaatkan Teknologi Drone untuk Tingkatkan Kualitas Produksi Padi dan Jagung
Foto: Istimewa

RILIS.ID, Bone— Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pertanian yang mengarah kepada third green revolution, mendorong Balai Penelitian Tanaman Serelia (Balitsereal) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), mengembangkan jejaring kerjasama dengan berbagai mitra dalam dan luar negeri.

Balitsereal pun bekerjasama dengan Taiwan International Cooperation Development Fund (ICDF) dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Kerjasama ini mengimplementasikan smart agriculture, menggunakan drone untuk mengembangkan areal kebun jagung.

Dikutip dari laman litbang.pertanian.go.id, Selasa (16/2/2021), mekanisme kerja dari teknologi digital tersebut dilakukan selama dua hari di Desa Camming, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Peneliti Balitsereal Muhammad Akil menjelaskan, demonstrasi menggunakan dua jenis drone yang berbeda. Drone pertama berfungsi memberikan data pengamatan dalam bentuk pemetaan kondisi kesehatan jagung, sampai dengan unsur hara lahan yang diamati.

Sementara itu, drone kedua memiliki kemampuan untuk melakukan pengamatan langsung secara streaming yang dapat ditayangkan di berbagai media termasuk media sosial.

“Data-data yang diperoleh dari kedua drone kemudian dianalisis untuk mengetahui kondisi tanaman apakah baik-baik saja atau tidak. Sehingga dapat mengurangi resiko kerugian tidak terduga, misalnya penggunaan pupuk nitrogen yang dosisnya masih rendah atau sudah melewati batas yang dianjurkan,” ujar Akil.

Sementara itu, perwakilan ICDF Mr Dennis Cao mengemukakan bahwa pertanian dunia kini telah berubah. Kerjasama ini untuk memperkenalkan teknologi baru yang bermanfaat meningkatkan kualitas dan produksi benih padi dan jagung.

“Ini berbeda dari sebelumnya. Kita tidak hanya perlu bekerja keras tetapi juga bekerja dengan cerdas," kata Dennis.

Hal senada juga disampaikan oleh Prof Yunus Musa dari Fakultas Pertanian, Unhas, ia menegaskan bahwa pengembangan smart agriculture sangat memungkinkan untuk direalisasikan.

"Petani kita sebenarnya sudah terbiasa dengan pemanfaatan teknologi dalam pengolahan lahan pertanian. Maka dengan sedikit pemberian pemahaman konsep smart agriculture, maka program ini akan dapat terealisasi dengan baik,” jelas Yunus.(*)

 

Editor: Andry Kurniawan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID