logo rilis
Makna Kampus Merdeka Perlu Diperluas
Kontributor
RILIS.ID
07 Mei 2020, 17:00 WIB
Makna Kampus Merdeka Perlu Diperluas

Dr. Muzani.M.Si

Dosen Prodi Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

KAMPUS, dari bahasa Latin; campus yang berarti "lapangan luas", "tegal". Dalam pengertian modern, kampus berarti, sebuah kompleks atau daerah tertutup yang merupakan kumpulan gedung-gedung universitas atau perguruan tinggi. Bisa pula berarti sebuah cabang daripada universitas sendiri.

Kampus adalah tempat kaderisasi calon-calon pemimpin bangsa dimasa depan. Sudah sering disebutkan bahwa kampus adalah miniatur masyarakat dan itu memang tepat. Di kampus berbagai orang dengan berbagai latar belakang, ras, agama, pemikiran, ideologi dan kepentingan berkumpul dalam sebuah sistem. Tak ubahnya dalam sebuah masyarakat. Walapun memang tingkat kompleksitasnya tidak setinggi di masyarakat. Cerminan masyarakat di masa yang akan datang bisa dilihat dari kondisi kampus. Sementara kampus sebagai tempat pengkaderan pemimpin masa depan bangsa memiliki arti bahwa kampus adalah sebuah tempat dimana input masyarakat yang masuk dibentuk oleh atmosfer dan dinamika sistem kampus, sehingga ketika lulus ia telah terwarnai dan kelak akan mewarnai kehidupan masyarakat

 Di Berlin ibukota Jerman terapat dua kampus besar yakni Technische Universitaet Berlin dan Frei Universitaet Berlin. Kedua-duanya adalah Universiras Negeri. Jerman adalah salah satu negara Eropa yang sangat kuat secara ekonomi sehingga siapa saja yang ingin kuliah di Negara Hitler  ini dari tingkat S1 sampai S3 adalah gratis. Pengelolaan kampus kampus di Jerman adalah sangat bebas, dalam artian tidak ada ketergantungan dengan mana pun terutama dalam kontek kebijakan. Tidak ada pesan sponsor dalam pengelolaan kampus. Pemerintah tidak campur tangan dalam pemilihan Rektor. Kampus betul-betul merdeka. Dalam bidan riset apalagi, memberikan keleluasaan dalam berinovasi. Sehingga hasil-hasil riset  tersebut betul-betul bisa memberikan manfaat buat sosial ekonomi masyarakat. Kampus diberi kemerdekaan mengintegrasikan pemikiran-pemikiran akademik dengan problem masyarakat. Fakultas Ilmu Sosial yang ada di perguruan tinggi didorong mengintegrasikan ilmu-ilmu social dengan dengan masalah yang ada di masyarakat tanpa ada pembatasan. Sehingga ketimpangan-ketimpangan yang ada di masyarakat bisa direduksi melalui sumbangan pemikiran akademik tersebut. Begitu juga Fakultas- fakultas dari bidang ilmu lain seperti Fakultas Teknik, MIPA dan lain-lain. Dengan demikian kampus berhasil menjadi agen of change  di masyarakat. Dari kampus lahirlah pribadi-pribadi yang juga merdeka dalam menyusun kebijakan-kebijakan di segala sector. Kondisi ini tentu akan berdampak pada negara Jerman yang kita ketahui adalah salah satu Negara Maju yang kuat di Eropa. Jerman kuat karena salah satunya kampus-kampus di Jerman berhasil memberkan sumbangan pemikiran akademik ke masyarakat. Tingkat korupsi yang sangat rendah merupakan hadiah terbaik dari kampus dalam mencetak sikap dan perilaku para pejabat negara. Di Jerman, koruptor akan dihukum seumur hidup dan diminta untuk mengembalikan seluruh harta hasil korupsi.

Dukungan masyarakat yang kuat ternyata juga sangat ampuh dalam membantu membentuk perilaku dsiplin warga Jerman. Dari aspek lingkungan, Anda jangan coba-coba membuang sampah tidak pada tempatnya. Perilaku ini kalau dilihat oleh warga Jerman maka Anda akan dipolisikan. Oleh karena itu control social sangat kuat di masyarakat Jerman. Tentu masyarakat ini lahir dari salah satu kampus merdeka yang ada di Jerman.

Ide membuat kampus merdeka ala Mas Mentri Nadiem kayak perlu diapresisi, karena sudah berani membuat kebijakan kampus merdeka. Namun makna kampus “merdeka” barangkali perlu sampai pada semua aspek seperti di negara-negara Eropa. Sehingga dimasa yang akan datang akan lahir dari kampus merdeka tersebut pribadi-pribadi di tengah masyarakat yang siap menjadi control sosial dalam membangun NKRI ini. Jika kampus merdeka itu maknanya hanya sebatas mahasiswa merdeka memilih mata kuliah, tentu cita-cita untuk lahirnya masyarakat yang akan menjadi agen perubahan tersebut tentu hanyalah mimpi di siang hari.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID