Mahfud MD Minta KPK Aktif Awasi Pilkada Serentak - RILIS.ID
Mahfud MD Minta KPK Aktif Awasi Pilkada Serentak
Zulhamdi Yahmin
Kamis | 25/06/2020 11.30 WIB
Mahfud MD Minta KPK Aktif Awasi Pilkada Serentak
FOTO: Kemenko Polhukam

RILIS.ID, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut aktif mengawasi jalannya Pilkada serentak yang dijadwalkan digelar pada 9 Desember mendatang.

Mahfud mengatakan, Pilkada 2020 tidak mungkin lagi ditunda meskipun pandemi Covid 19 masih berlangsung. Sebab, menurutnya, dampak penundaan Pilkada bisa mengorbankan ekonomi lebih banyak dan kepala daerah yang menjabat pun tidak memiliki kewenangan secara definitif.

“Pertama kita menghindari adanya kepala daerah yang di PLT-kan terus, karena PLT tidak memiliki kewenangan definitif. Sehingga pemerintah bersama DPR dan KPU memutuskan untuk tidak mundur lagi dari tanggal 9 Desember 2020,” kata Mahfud MD dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/6/2020). 

Diakui Mahfud, ada kekhawatiran terjadinya pemborosan sehingga meminta Pilkada 2020 ditunda. Namun bila itu terjadi, menurut dia, yang dikorbankan secara ekonomi jauh lebih banyak. 

“Kita bicara juga dengan KPK, bagaimana Pilkada diawasi agar tidak terjadi korupsi,” ujarnya. 

Pada kesempatan itu, Mahfud MD juga meminta semua pihak agar memberi masukan atas potensi korupsi yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan Pilkada serentak tersebut. 

Dengan adanya masukan tersebut, Mahfud berharap, Pilkada akan tetap memiliki kualitas, serta tidak ada celah untuk korupsi.

Mahfud juga mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pesta demokrasi tersebut. 

“Jadi secara ilmiah nanti silakan beri masukan, bagaimana agar tidak terjadi korupsi. Juga, bagaimana agar kualitas pilkada di masa pandemi Covid-19 itu tidak turun,” pinta Mahfud. 

“Kemudian perlu juga masukan, bagaimana agar partisipasi publik meningkat, bagaimana teknologinya, bagaimana caranya, dan lebih dari itu karena kita dalam suasana pandemi. Jangan hanya bahas dari segi korupsi, bicara kualitas, tapi juga harus menjaga kesehatan,” katanya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID