Mahasiswa Unpad Mengolah Limbah jadi Pupuk - RILIS.ID
Mahasiswa Unpad Mengolah Limbah jadi Pupuk

Selasa | 03/07/2018 01.05 WIB
Mahasiswa Unpad Mengolah Limbah jadi Pupuk
Mahasiswa Unpad mengolah limbah ternak menjadi produk biourine. FOTO: Unpad

RILIS.ID, Jakarta – Sekelompok mahasiswa Universitas Padjadjaran melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sidamukti, Majalengka. Dalam program tersebut, mahasiswa membantu masyarakat mengolah limbah peternakan dan jerami padi menjadi produk organik bermanfaat.

Lima mahasiswa tersebut masing-masing Arifa Syahanna Mahdya (Agroteknologi), Fuji Hartati (Agroteknologi), Siti Nurohmah (Agroteknologi), Eva Oktaviani (Agroteknologi), dan Pandu Budiman (Peternakan) aktif melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sidamukti, Majalengka.

Sekelompok mahasiswa Universitas Padjadjaran tergerak untuk menyosialisasikan potensi pengolahan limbah pertanian dan peternakan kepada masyarakat. Pengabdian yang dilakukan adalah membantu masyarakat mengolah limbah ternak dan jerami padi menjadi produk organik yang dapat digunakan kembali dalam produksi peternakan maupun pertanian.

"Kami mengolah limbah ternak menjadi produk biourine yang bisa digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan produksi tanaman padi. Sementara jerami padi difermentasi menjadi pakan ternak bagi para peternak di Desa Sidamukti," kata Arifa seperti dikutip rilis.id dari laman Unpad, Senin (2/7/2018).

Masyarakat desa, kata Arifa, kini tidak lagi membuang limbah dan jerami padi begitu saja. Pengolahan ini juga dapat mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial ekonomi," ujarnnya.

"Kami berusaha menciptakan keuntungan ekonomis, keuntungan sosial, dan konservasi lingkungan. Sektor pertanian dan peternakan di Desa Sidamukti pun semakin produktif dan menguntungkan," ujarnya.

Program pengabdian yang dinamai “Bioindustri Limbah Ternak dan Jerami Padi di Desa Sidamukti, Majalengka (Bahtera)” ini juga berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kategori Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M).

Tidak hanya di Desa Sidamukti, Arifa dan kawan-kawan juga melakukan pengabdian di Dusun Ciandeu, Majalengka. Daerah ini merupakan salah satu sentra ternak penggemukan sapi yang juga memiliki aktivitas pertanian padi yang cukup tinggi.

Di dusun ini, mereka mengaplikasikan teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) hasil inovasi Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad Prof. Dr. Tualar Simarmata yang diintegrasikan dengan teknologi Biourine.

Teknologi IPAT-BO dirancang sebagai teknologi hemat air, hemat pupuk organik, serta hemat benih. Teknologi ini menitikberatkan pada manajemen kekuatan biologis tanah, tata air, manajemen tanaman, serta pemupukan berbasis organik secara terpadu.

Teknologi IPAT-BO milik Prof. Tualar telah banyak diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia. Banyak keuntungan yang bisa petani dapat dengan menerapkan teknologi ini.

Pemanfaatan sumber daya pertanian di Dusun Ciandeu dilakukan berupa pengembangan usaha pertanian biodigester-biorefinery dari sistem IPAT-BO yang dipadu dengan produk biourine ternak. Melalui intergrasi kedua usaha pertanian ini, hasil produksi pertanian dapat meningkat.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID