MA dan PP Ikahi Dampingi Keluarga Korban saat Tabur Bunga - RILIS.ID
MA dan PP Ikahi Dampingi Keluarga Korban saat Tabur Bunga
RILIS.ID
Selasa | 06/11/2018 18.18 WIB
MA dan PP Ikahi Dampingi Keluarga Korban saat Tabur Bunga
ILUSTRASI: RILIS.ID/Sulis Wanto

RILIS.ID, Karawang – Mahkamah Agung (MA) dan Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (PP Ikahi) melakukan pendampingan terhadap tiga keluarga korban Lion Air dalam acara doa bersama dan tabur bunga di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018).

Tiga keluarga korban dari lingkungan MA yakni Yuningtyas Upiek Kartikawati, Hasnawati, dan Rijal Mahdi. Sementara perwakilan keluarga Muhammad Ikhsan Riyadi Fitrasyah berhalangan hadir.

Mereka didampingi empat orang perwakilan dari MA, yaitu Ketua PP Ikahi Disiplin F. Manao, Andi Julia Cakrawala (Hakim Justisial MA), Kapten CHK Dedi J. (Panitera Dilmilti II Jakarta), dan Kapten CHK Putra Nova (Panitera Dilmil II-08 Jakarta).

Mereka menumpangi dua kapal yang disediakan TNI AL, KRI Banjarmasin dan KRI Banda Aceh. Kapal bertolak dari Pangkalan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tampak tenda berukuran besar sudah terpasang di masing-masing geladak kapal. Juga keranjang berisi bunga dan sejumlah karangan bunga di sudut-sudut tenda.

Doa bersama ini juga diikuti perwakilan kementerian dan lembaga yang pegawainya turut menjadi korban musibah jatuhnya Lion Air, seperti Kejaksaan Agung dan Kementerian Keuangan.

Kepala Basarnas M. Syaugi menjelaskan bahwa tabur bunga untuk mendoakan para korban. Pihaknya sengaja mengajak keluarga korban agar tahu bagaimana proses pencarian dan evakuasi.

“Doa bersama ini pada intinya mendoakan agar para arwah penumpang Lion Air JT 610 mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya,” ucap Syaugi.

Doa bersama dilakukan dengan tata cara menurut agama Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Budha. Acara berlanjut dengan salat dzuhur dan salat gaib sebagai penutup.

Koordinator lapangan posko MA dan Ikahi di Tanjung Priok, Marta Satria Putra, mengatakan bahwa hari ini tim dibagi dua.

“Sebagian ikut acara doa bersama dan sebagian standby di posko,” ujarnya.

Marta memastikan posko akan berakhir bersama dengan tuntasnya kegiatan evakuasi yang dilakukan oleh pemerintah pada esok hari, Rabu (7/11/2018). (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID