logo rilis
Luput dari Penggeledahan KPK, Begini Penampakan Rumah Mewah Azis Syamsuddin di Lampung
Kontributor
Muhammad Iqbal
04 Mei 2021, 20:38 WIB
Luput dari Penggeledahan KPK, Begini Penampakan Rumah Mewah Azis Syamsuddin di Lampung
Rumah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang berada di Kompleks Perumahan Wayhalim Permai, tepatnya di Jalan Griya Utama Nomor 17, Kecamatan Wayhalim, Bandarlampung, tampak sepi, Selasa (4/5/2021). Foto: Rilis.id/M. Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung— Selain memiliki rumah pribadi di kawasan Jakarta Selatan, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin juga mempunyai rumah mewah di Bandarlampung, Lampung.

Rumah yang berada di Kompleks Perumahan Wayhalim Permai, tepatnya di Jalan Griya Utama Nomor 17, Kecamatan Wayhalim, Bandarlampung, itu tampak sepi.

Tidak ada aktivitas penggeledahan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah pribadi Azis di Bandarlampung pada Selasa (4/5/2021).

Pantauan wartawan Rilis.id, hanya tampak dua orang pekerja atau penjaga rumah bernama Supri dan Reka yang berada di rumah pribadi politikus Partai Golkar tersebut.

Rumah tersebut dikelilingi pagar tembok berbahan batu granit warna abu-abu dan memiliki tiga pintu masuk. Pintu utama dipasang pagar besi yang menjulang tinggi dengan cat minyak warna hitam pekat.

Sementara pintu samping bisa menembus akses Stadion Sumpah Pemuda di PKOR Wayhalim. Sedangkan satu pintu ada di bagian belakang dengan teralis pagar besi berwarna hitam.

Rumah yang berada di sudut Jalan Griya Utama tersebut memiliki halaman luas dan pendopo yang terbuat dari bahan bangunan tembok permanen lengkap dengan hiasan khazanah Lampung.

Terdapat juga beberapa meja bundar yang biasa digunakan untuk menyambut tamu. Sejumlah pejabat juga pernah berkunjung ke kediaman Azis.

Seperti mantan Kapolda Lampung Irjen Suntana dan Arinal Djunaidi yang kala itu sebagai calon gubernur. Arinal bersilaturahmi ke rumah Azis dalam suasana Hari Raya Idulfitri pada 18 Juni 2018.

Di sebelah kanan pendopo, terdapat pintu masuk untuk menuju rumah utama yang juga tak kalah megah dan kokoh.

Penuturan warga bernama Muhammad Akbar (45), keluarga Azis merupakan orang yang tertutup dan kurang berbaur terhadap masyarakat sekitar.

”Dari lima tahun rumah itu berdiri saya baru satu kali ketemu sama pak Azis, itu juga cuma melihat dia doang di depan gerbang, enggak ada ngobrol atau pun salaman dengan dia. Kurang berbaur orangnya, tertutup banget. Anak-anaknya juga gitu,” ujarnya.

Ketika disinggung terkait informasi terseretnya nama Azis dalam kasus suap, Akbar mengaku sudah mendengar hal itu dari pemberitaan.

”Iya tahu saya kasus dia kalau nggak salah dengan KPK, kasus suap itu kan sama bupati (Wali Kota) Tanjungbalai itu. Tapi kalau hari ini enggak ada penggeledahan sih di rumah ini. Saya saban hari di sini ngetem cari orderan, nggak ada orang-orang KPK yang datang,” terang pria yang berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan ini. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID