Lindungi Anak dari Eksploitasi, Sukabumi 'Stop Perkawinan Anak' - RILIS.ID
Lindungi Anak dari Eksploitasi, Sukabumi 'Stop Perkawinan Anak'

Kamis | 22/02/2018 10.49 WIB
Lindungi Anak dari Eksploitasi, Sukabumi 'Stop Perkawinan Anak'
FOTO: Twitter.com/@DISKOMINFOSAN

RILIS.ID, Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mendeklarasikan "Stop Perkawinan Anak" untuk melindungi hak-hak anak dari ancaman kekerasan dan eksploitasi.

"Gerakan 'Stop Perkawinan Anak' ini merupakan progam kami untuk melidungi keberadaan anak agar tidak menjadi korban akibat pernikahan dini," kata Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono di Sukabumi, Kamis (22/2/2018).

Menurutnya, perkawinan anak merupakan salah satu bentuk kejahatan, kekerasan, diskriminasi dan eksploitasi terhadap anak, serta pelanggaran terhadap hak-haknya.

Seharusnya, katanya, anak bisa mendapatkan masa kanak-kanaknya dengan bermain, belajar dan mengembangkan kepribadiannya hingga dewasa dan siap menikah pada usia yang tepat.

Selain itu, kata Adjo, anak-anak harus menikmati kualitas hidupnya yang baik dan sehat, serta mendapatkan hak tumbuh dan berkembang sesuai usianya.

Jangan sampai usianya yang masih dini, harus menikah dan menjalani kehidupan berumah tangga.

"Progam kami ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah tetapi harus didukung oleh masyarakat, dunia usaha dan lain-lain," katanya.

Adjo mengatakan, pernikahan pada usia dini rentan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, penelantaran anak, kesulitan ekonomi dan bisa meningkatkan angka kematian ibu saat melahirkan dan kematian bayi saat dilahirkan.

Gerakan Stop Perkawinan Anak ini juga mendapat dukungan dari berbagai instansi, seperti DPR RI, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Ketua P2TP2A Kota Sukabumi, Elis Nurbaiti mengatakan, perkawinan anak merupakan salah satu bentuk eksploitasi terhadap anak dan tentunya melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Angka kekerasan anak di Kabupaten Sukabumi cukup tinggi, sehingga salah satu upaya menekannya, yakni melindungi anak dari perkawinan usia dini.

"Orang tua sangat berperan terhadap tumbuh kembang anak dan harus menjaga masa depannya serta pergaulannya. Jangan sampai di usia yang belia sudah harus menjalani biduk rumah tangga," katanya.
 

Sumber ANTARA


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID