logo rilis
Lelah Dikejar-kejar Tentara, Tiga Anggota Milisi Ini Akhirnya Menyerah ke Satgas TNI
Kontributor
RILIS.ID
31 Mei 2021, 14:09 WIB
Lelah Dikejar-kejar Tentara, Tiga Anggota Milisi Ini Akhirnya Menyerah ke Satgas TNI
FOTO: Puspen TNI

RILIS.ID, Kongo— Tiga anggota milisi Mai-Mai Apha Na Pale di Republik Demokratis Kongo kembali menyerahkan diri kepada Batalyon Gerak Cepat Satgas TNI XXXIX-C/MONUSCO pimpinan Mayor Inf. Tommy Patria Herlambang.

Kelompok ini juga menyerahkan empat pucuk senjata api AK-47 dan lima buah Magazen berikut 13 butir munisi kaliber 7.62 x 39 mm serta dua unit HT merk Rony.

Baca Juga

Penyerahan dilakukan di Desa Lulimba, Republik Demokratis Kongo, pada Jumat (28/5/2021) waktu setempat.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Rilis.id dari Puspen TNI, penyerahan tiga milisi itu berawal informasi Salumu (Focal Point) kepada Edmond Lyalu Community Liaison Assistants (CLA).

Informasi itu menyebutkan bahwa ada tiga milisi pimpinan Ramka ingin menyerahkan diri kepada Satgas TNI MONUSCO.

Batalyon Gerak Cepat Satgas Satgas TNI di bawah pimpinan Mayor Tommy kemudian menuju Desa Lulimba yang berjarak 60 kilometer barat laut bendera untuk menelusuri informasi tersebut.

Sesampainya di lokasi, tim Satgas melaksanakan koordinasi dengan Ramka pimpinan Apha Na Pale dan menerima penyerahan diri beserta senjatanya.

Kepada Satgas TNI, para milisi menyampaikan bahwa mereka sudah lelah karena keluar masuk hutan dalam kondisi kekurangan makan dan sering dikejar oleh tentara lokal akibat sering melakukan kejahatan yang merugikan masyarakat sekitar desa tersebut.

"MONUSCO dalam hal ini akan merehabilitasi para mantan milisi dengan memberikan kehidupan yang layak, lapangan pekerjaan, membekali mereka keterampilan untuk memperbaiki kehidupan ke depannya," kata Mayor Tommy dalam keterangannya yang diterima Rilis.id, Senin (31/5/2021).

Seiring dengan waktu, Satgas BGC terus melaksanakan kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) dan Long Range Mission (LRM) sehingga mampu menarik milisi yang ada disekitar wilayah tersebut untuk menyerahkan diri.

Selanjutnya, tiga milisi dan persenjataan yang dimilikinya akan diserahkan kepada Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration Resettlement (DDRRR) untuk dilaksanakan proses sesuai ketentuan UN. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID