logo rilis
Lagi Pesawat Jatuh, Komisi V DPR Berulang Kali Ingatka Kemenhub soal Keamanan Penerbangan
Kontributor
Nailin In Saroh
10 Januari 2021, 15:00 WIB
 Lagi Pesawat Jatuh, Komisi V DPR Berulang Kali Ingatka Kemenhub soal Keamanan Penerbangan
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengungkapkan Komisi V sudah sejak lama menekankan pentingnya aspek safety dunia penerbangan. Yakni, kepada stakeholder terkait yaitu pihak maskapai dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai pemegang regulasi.

Pemaparan tersebut disampaikan Syarief saat diwawancarai Parlementaria via jejaring telepon seluler menanggapi peristiwa jatuhnya pesawat maskapai Sriwijaya Air SJ812 Boeing 737-524 rute Jakarta - Pontianak yang diduga hilang kontak di atas pulau Lancang Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

"Komisi V sudah sejak lama mengingatkan Kemenhub mengenai pentingnya antisipasi jatuhnya pesawat. Yakni, safety harus jadi aspek utama terlebih di udara, beda dengan situasi transportasi di darat dan laut. Sekali aspek safety tidak terpenuhi maka bisa fatal," ujar Syarief dalam keterangan pers yang diterima Minggu (10/1/2021).

Politisi Fraksi Partai Nasdem ini menegaskan, Komisi V DPR akan terus memantau hasil final investigasi penyebab terjadinya jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ812 itu. Mengingat, tutur Syarief, sepanjang pengamatannya tidak ada kondisi masalah berarti dalam faktor cuaca.

Namun, analisis Syarief, peristiwa terjadinya jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ812 tersebut akibat trouble engine atau faktor human error. Jika hal demikian benar terjadi, maka Syarief kembali menyerukan kedepannya aspek keselamatan menjadi prioritas utama dunia penerbangan.

"Sebab, di Indonesia sudah hampir terhitung sering sudah beberapa kali terjadi peristiwa jatuhnya pesawat. Kedepan, prioritas keselamatan harus terus digarisbawahi. Stakeholder terkait harus betul-betul tegas agar tidak terulang lagi peristiwa jatuhnya pesawat apalagi karena faktor human error maupun trouble engine," tandas Syarief.

Syarief menyampaikan pesan dukacita yang mendalam kepada segenap korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182." Untuk itu, Komisi V memastikan akan terus mengawasi sampai tuntas faktor penyebab jatuhnya pesawat SJ-182 sembari mengingatkan pihak maskapai memberikan hak asuransi kepada keluarga korban," pungkasnya.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto memastikan pesawat Sriwijaya Air jatuh. Pesawat ini take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.40 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID