logo rilis
Kritik Mahfud MD, PAN: Kurang Bijak Bandingkan Kematian Akibat Kecelakaan dengan COVID-19
Kontributor
Nailin In Saroh
28 Mei 2020, 18:06 WIB
Kritik Mahfud MD, PAN: Kurang Bijak Bandingkan Kematian Akibat Kecelakaan dengan COVID-19
Menko Polhukam, Mahfud MD. FOTO: RILIS.ID/Dendi S.

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay, mengkritik pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang membandingkan angka kematian akibat kecelakaan lebih tinggi dari COVID-19. Dia menilai ucapan mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu kurang bijak jika dikaitkan dengan penanganan COVID-19 di Indonesia. 

Selain itu, perbandingan kematian akibat kecelakaan lalu lintas dengan kecelakaan akibat COVID-19 juga dinilai tidak tepat. Sebab apa pun alasannya, menurut Saleh, keselamatan diri dan jiwa warga negara adalah tanggung jawab negara. 

“Lagi pula, kenapa perbandingannya kecelakaan lalu lintas dan beberapa penyakit katostropik? Kenapa tidak sekalian dibandingkan dengan kematian akibat perang dunia II? Kematian akibat perang dunia pasti jauh lebih banyak," ujar Saleh dalam keterangannya, Kamis (28/5/2020).

Pernyataan itu, kata Saleh, juga mengindikasikan beberapa hal. Pertama, pemerintah Indonesia terkesan sudah tidak mampu melawan penyebaran COVID-19. Padahal, pemerintah sudah melakukan banyak upaya. 

"Namun, upaya-upaya itu ternyata belum mampu mengontrol laju penyebaran COVID-19. Karena itu, masyarakat yang diminta untuk tidak takut berlebihan," jelas anggota Komisi IX DPR yang membidangi masalah kesehatan itu. 

Kedua, pemerintah saat ini memang sedang membangun kesadaran baru warga masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan sebagaimana biasa. Ini diperlukan agar roda perekonomian kembali berjalan normal. Sebab, kebijakan PSBB yang diterapkan selama ini secara nyata berdampak langsung pada perekonomian di tingkat nasional bahkan global.

Ketiga, Saleh menilai bahwa pemerintah menjadikan penyelamatan ekonomi sebagai prioritas utama. Sementara, penanganan COVID-19 hanya akan dilakukan sebagaimana penanganan penyakit-penyakit menular lain yang ada di Indonesia. 

Hal ini tentu kata dia, bertentangan dengan keputusan pemerintah yang telah menjadikan COVID-19 sebagai bencana nasional. Apalagi kemarin, gugus tugas menegaskan bahwa status bencana nasional itu belum berakhir.

“Kalau pak Mahfud meminta agar masyarakat tidak takut berlebihan, lalu kenapa sejak awal ini ditetapkan sebagai bencana nasional? Bukankah suatu bencana, apalagi itu statusnya bencana nasional, sangat wajar ditakuti dan dikhawatirkan?," tegas legislator asal Sumatera Utara itu. 

Saleh pun mendesak agar para pejabat pemerintah lebih bijak dalam memberikan pernyataan. Dengan begitu, menurutnya, masyarakat tetap punya optimisme dalam melawan COVID-19.

"Optimisme dan semangat masyarakat harus tetap dibangun. Karena dengan mereka dan bersama merekalah perlawanan terhadap Corona ini dapat dilakukan," pungkas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu. 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID