logo rilis
KPPU Ajukan Penambahan Anggaran, Ini Respons Komisi VI DPR!
Kontributor
RILIS.ID
09 Juni 2021, 14:55 WIB
KPPU Ajukan Penambahan Anggaran, Ini Respons Komisi VI DPR!
FOTO: DOK RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengajukan penambahan anggaran untuk Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp176,21 miliar.

Pengajuan tersebut dilakukan karena adanya perluasan tugas dan fungsi yang diterima KPPU berdasarkan Undang-Undang.

Terkait pengajuan itu, Komisi VI DPR RI memberikan dukungan. Sikap dukungan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih ketika membacakan kesimpulan rapat dengan KPPU, BSN, BP Batam, dan BPKS Sabang di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Ia mengatakan, pada prinsipnya seluruh fraksi mendukung kinerja KPPU untuk membongkar praktik monopoli dan persaingan usaha.

Menurutnya, pengajuan usulan tambahan anggaran KPPU TA 2022 sebesar Rp176,21 miliar itu terdiri atas program pengawasan persaingan usaha sebesar Rp134,89 miliar dan program dukungan manajemen sebesar Rp6,36 miliar.

Diharapkan, besaran itu sudah sesuai dengan penambahan tugas dan fungsi yang diterima KPPU.

Politisi Fraksi Golkar ini berharap, dengan dukungan penuh dari DPR, KPPU harus bekerja lebih baik lagi.

”Check and balance menjadi penting dalam usaha-usaha membongkar praktik monopoli usaha. Kami berpesan, KPPU tidak sampai menjadi super power terhadap tugas dan fungsinya,” ujarnya yang dikutip Rilis.id dari dpr.go.id, Rabu (9/6/2021).

Senada disampaikan anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto. Ia mengatakan, KPPU adalah anak kandung dari Komisi VI. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.

Ia meminta KPPU tidak takut setiap ada kegiatan usaha yang memang betul-betul melanggar. Sebab dukungan penuh telah diberikan DPR kepada KPPU.

Menurutnya, KPPU telah mendapat support dari Komisi VI untuk bekerja membongkar dan mencegah praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Sehingga, tekanan dan apapun yang terjadi, diharapkan disampaikan kepada Komisi VI.

”Tidak perlu takut, ngomong di media juga tidak usah takut,” pesan Politisi PDI-Perjuangan ini.

Terpenting, imbuh dia, bagi KPPU adalah melakukan kajian mendalam terhadap setiap kasus-kasus yang sedang ditangani.

”KPPU juga harus menghindari segala bentuk intervensi agar bisa mendapatkan output yang baik,” pesannya lagi. (*)


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID