KPK Cari Barang Bukti ke Apartemen Caleg PDIP Harun Masiku - RILIS.ID
KPK Cari Barang Bukti ke Apartemen Caleg PDIP Harun Masiku
Tari Oktaviani
Rabu | 15/01/2020 14.16 WIB
KPK Cari Barang Bukti ke Apartemen Caleg PDIP Harun Masiku
Gedung KPK. RILIS.ID/Fajar Alim Mustaqin

RILIS.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah apartemen milik tersangka Harun Masiku pada Selasa (14/1/2020) kemarin. Adapun penggeledahan ini untuk mencari barang bukti terkait dengan kasus dugaan suap pergantian antar waktu anggota DPR yang menyeret komisioner KPU Wahyu Setiawan. 

"Tim penyidik melakukan geledah di sebuah apartemen yang dihuni oleh tersangka HAR (Harun Masiku) di Thamrin Residence," ujar Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri.

Dari penggeledahan itu, penyidik menemukan beberapa dokumen yang diduga ada kaitannya dengan proses PAW-nya. 

"Temen-temen yang di lapangan mendapatkan beberapa dokumen yang signifikan," ujarnya.

Hingga kini KPK masih mencari keberadaan orang yang pernah menjadi caleg PDIP tersebut. Pasalnya sampai sekarang belum diketahui keberadaan persisnya dimana.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sebagai tersangka dalam kasus suap terkait penetapan anggota DPR 2019-2024.

Tak hanya Wahyu, KPK juga menetapkan tiga tersangka lain yakni Agustiani Tio Fridelina (ATF) selaku mantan anggota Bawaslu yang juga orang kepercayaan Wahyu, caleg Harun Masiku (HAR) dan seorang swasta bernama Saeful (SAE). 

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan mulanya KPK mengetahui informasi bahwa adanya dugaan permintaan uang dari Wahyu kepada Agustiani Tio Feidelina. 

Lalu tim KPK kemudian mengamankan Wahyu dan Rahmat Tonidaya selaku asisten Wahyu, di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (8/1/2020) pukul 12.55 WIB. Tim KPK juga mendapatkan barang bukti uang sebesar Rp400 juta yang ditemukan di rumah Agustiani.

"Kemudian secara paralel, tim terpisah KPK mengamankan ATF di rumah pribadinya di Depok pada pukul 13.14 WIB. Dari ATF, tim mengamankan uang setara dengan sekitar Rp 400 juta dalam bentuk mata uang SGD dan buku rekening yang diduga terkait perkara," kata Lili dalam konfrensi pers di KPK, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Adapun uang tersebut diduga sebagai suap untuk Wahyu agar meloloskan Harun Masiku ke DPR guna mengganti anggota yang meninggal dunia. 

Harun Masiku sendiri belum berhasil ditangkap KPK. Lili pun berharap agar yang bersangkutan menyerahkan diri ke KPK.

"KPK meminta tersangka HAR segera menyerahkan diri ke KPK dan pada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap koperatif," ujar Lili.

Sebagai penerima suap, Wahyu dan Agustiani dijerat Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pemberi suap, Harun dan Saeful disangka melanggar Pasal pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID