Kotak Kosong Menang, Rakyat Kalahkan Elite - RILIS.ID
Kotak Kosong Menang, Rakyat Kalahkan Elite

Kamis | 28/06/2018 14.15 WIB
Kotak Kosong Menang, Rakyat Kalahkan Elite
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta – Kemenangan kotak kosong atas Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) pada Pemilihan Wali Kota  Makassar adalah bentuk kekalahan elite terhadap masyarakat.

“Ya kalau itu kan fenomena penting ya, bahwa desain elite itu dikalahkan oleh keinginan rakyat. Ini ada kemauan rakyat yang kalau tidak tertangkap dengan baik itu malu. Elite di Makassar itu saya kira dipermalukan oleh aksi rakyat yang memilih kotak kosong dan di beberapa daerah. Elite dipermalukan rakyat," kata Wali Kota Makassar Danny Pomanto, dihubungi di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Pada Pilkada serentak di Makasar, pasangan calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) tumbang oleh kotak kosong.

Danny yang mengaku melakukan perhitungan suara secara real count, membenarkan hal tersebut. 

“Baik real count yang saya lakukan dan quick count yang dilakukan beberapa lembaga survei sama menyebutkan bahwa kotak kosong unggul dengan angka 53 persen dan 46 persen untuk calon tunggal,” kata Danny.

Menurutnya, keunggulan kotak kosong di Kota Makassar merupakan sejarah baru di Indonesia.

“Kota Makassar cetak sejarah baru di Indonesia, calon tunggal kalah dari kotak kosong. Untuk skala Kabupaten, pernah ada kotak kosong kalahkan calon tunggal di Maluku. Tapi untuk skala kota besar, baru kali ini terjadi,” bebernya.

Dengan keunggulan kotak kosong tersebut, jelas Danny, Kota Makassar akan kembali menggelar Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada Pilkada selanjutnya di tahun 2020.
 

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID