logo rilis
Korban Tewas Bom Katedral Makassar Jadi Dua Orang, 20 Luka-luka
Kontributor
Segan Simanjuntak
28 Maret 2021, 23:48 WIB
Korban Tewas Bom Katedral Makassar Jadi Dua Orang, 20 Luka-luka
Mahfud MD. FOTO: Dok RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Korban tewas dalam ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3/2021), bertambah menjadi dua orang.

"Peristiwa ini mengakibatkan dua orang yang diduga pelaku bom bunuh diri tewas," kata Menkopolhukam Mahfud MD dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenko Polhukam RI, Minggu (28/3).

Selain korban tewas, Mahfud menyebut ada 20 orang yang mengalami luka-luka akibat ledakan bom bunuh diri tersebut.

"Sekitar 20 masyarakat dari petugas keamanan gereja Katedral luka, sehingga mereka ini dirawat di berbagai rumah sakit. (Korban) Mungkin masih akan bertambah kalau nanti ditemukan lagi orang-orang yang melapor karena terluka," jelasnya.

Mahfud menegaskan tindakan bom bunuh diri tersebut merupakan perbuatan yang menggunakan kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas dan dapat menimbulkan korban massal.

"(Tindakan bom bunuh diri) Ini adalah kejahatan serius yang membahayakan ideologi negara, keamanan negara, nilai-nilai kemanusiaan, dan kehidupan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menyatakan peristiwa teror bom di Gereja Katedral Makassar tidak ada kaitannya dengan agama apapun.

"Ini adalah teror. Pemerintah menyatakan mengutuk keras tindakan bom bunuh diri tersebut. Dan telah memerintahkan kepada aparat penegak hukum dan pihak-pihak terkait untuk mengejar pihak-pihak yang mengetahui atau menjadi bagian kelompok tersebut," pungkas Mahfud.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri menyebut ada 14 korban dalam ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu (28/3/2021).

Argo mengatakan korban adalah sekuriti dan jemaat Gereja Katedral. Semua korban sedang mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit di wilayah Makassar.

"Ada tiga orang (dirawat) di Rumah Sakit Stella Maris di Makassar. Rata-rata adalah luka di bagian leher, dada, muka, tangan dan kaki. Yang sekuriti luka di bagian perut dan kepala," katanya dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Minggu (28/3).

Selain di Stella Maris, Argo juga menyebut ada tujuh orang di RS Akademis dan empat orang lainnya di RS Pelamonia.

"Ada yang luka di bagian betis, luka lecet, dan kepala mata kaki yang terkena percikan/serpihan (bom). Jadi totalnya 14 orang," ujarnya.

Sementara korban tewas adalah satu terduga pelaku bom bunuh diri.

"Satu pelaku meninggal dunia, sedangkan yang satu lagi sedang kita cek," lanjut Argo.

Ia menyatakan terduga pelaku yang berjumlah dua orang diduga menggunakan kendaraan roda dua jenis matic bernopol DD 5984 MD.

Saat itu, kata Argo, terduga pelaku akan memasuki pelataran Gereja Katedral, di mana pada saat itu pelaksanaan misa sudah selesai.

"Dua orang tersebut dicegat oleh sekuriti gereja, dan kemudian terjadi ledakan itu. Informasi di lapangan kendaraan sudah hancur dan beberapa potongan tubuh," ujarnya. (*)

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID