logo rilis
Khawatir Langka, Gas Elpiji Harus Jadi Perhatian
Kontributor

03 Juni 2018, 05:55 WIB
Khawatir Langka, Gas Elpiji Harus Jadi Perhatian
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Yuliani Paris, mengimbau agar pemerintah memperhatikan kesediaan gas elpiji 3 kilogram menjelang lebaran. Kelangkaan tak boleh lagi terjadi seperti di tahun-tahun sebelumnya.

Ia mengatakan, menghilangnya gas elpiji bersubsidi di masyarakat, kerap menjadi kontroversial. Pasalnya, di tingkat penyalur pertama yaitu Pertamina melalui Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) tidak pernah kekurangan stok.

Begitupun di tingkat agen atau pangkalan besar yang menjual gas elpiji. Tapi, mengapa di tengah-tengah masyarakat dan penjual eceran, keberadaan gas kerap kali kosong.

"Apakah barangnya tidak ada atau tidak tepat sasaran, khususnya gas elpiji 3 kilogram untuk masyarakat kurang mampu," kata politsi PAN ini, kemarin.

Beberapa hari terakhir masyarakat Tulungagung dan Trenggalek Jawa Timur dikeluhkan dengan langkanya persediaan elpiji 3 kilogram.

Melansir Senayanpost, kelangkaan ini dipicu peningkatan jumlah konsumsi. Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kediri mencatat terjadi lonjakan permintaan "elpiji melon" sebesar 5-10 persen pada momentum Ramadan..

"banyak pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), orang banyak membuat kue pada bulan Ramadan. Maka konsumsi banyak sekali," kata Ketua Hiswanamigas Kediri, David Tompo Iswahyudi.

Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengatakan pemerintah terus memantau dan memastikan ketersediaan BBM dan gas elpiji bagi masyarakat, supaya mencukupi selama Ramadhan dan Lebaran 2018.

"Kami terus mendorong agar Pertamina dapat menjalankan perannya secara maksimal dalam menyediakan BBM dan LPG sehingga masyarakat ataupun pemudik dapat terlayani dengan baik," kata Rini.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID